Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional Le Minerale Terus Mengedukasi Konsumen
Rabu, 28 Juli 2021 - 20:53 WIB
loading...
Kolaborasi dan dukungan dari pemangku kebijakan akan menguatkan tata kelola sampah serta ekonomi sirkular. Le Minerale mendukung penuh upaya pemerintah dalam pengelolaan sampah nasional. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Upaya pengurangan dan pengolahan sampah bukan hanya tugas satu pihak. Butuh kerja sama pemerintah, produsen produk berkemasan, konsumen, hingga masyarakat umum. Kolaborasi dan dukungan dari pemangku kebijakan akan menguatkan tata kelola sampah serta ekonomi sirkular .
Baca Juga: Atasi dan Kelola Sampah Plastik, Le Minerale Inisiasi Kerja Sama Multi Stakeholder
Dalam forum diskusi Indonesia Green Summit 2021 sesi Green Waste Management yang diadakan secara virtual Senin (26/7), Rosa Vivien Ratnawati, SH., M.Sc Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan B3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI mengatakan ada tiga pendekatan pengelolaan sampah yang dilakukan pemerintah, yakni minim sampah atau eco-living, ekonomi sirkular serta layanan dan teknologi.
Wirausahawan sosial dan juga perusahaan swasta berperan penting dalam pendekatan ekonomi sirkular. "Tentunya Pemerintah membutuhkan dukungan dari semua elemen pemangku kepentingan termasuk masyarakat agar pengelolaan sampah ini bisa teratasi,” kata Rosa.
Salah satu perusahaan Indonesia yang mengalakkan ekonomi sirkular adalah produsen AMDK, Le Minerale. Sustainability Director PT Tirta Fresindo Jaya, Ronald Atmadja mengatakan, Le Minerale mendukung penuh upaya pemerintah dalam pengelolaan sampah nasional dan ikut mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersama mengelola sampah.
Baca Juga: Atasi dan Kelola Sampah Plastik, Le Minerale Inisiasi Kerja Sama Multi Stakeholder
Dalam forum diskusi Indonesia Green Summit 2021 sesi Green Waste Management yang diadakan secara virtual Senin (26/7), Rosa Vivien Ratnawati, SH., M.Sc Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan B3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI mengatakan ada tiga pendekatan pengelolaan sampah yang dilakukan pemerintah, yakni minim sampah atau eco-living, ekonomi sirkular serta layanan dan teknologi.
Wirausahawan sosial dan juga perusahaan swasta berperan penting dalam pendekatan ekonomi sirkular. "Tentunya Pemerintah membutuhkan dukungan dari semua elemen pemangku kepentingan termasuk masyarakat agar pengelolaan sampah ini bisa teratasi,” kata Rosa.
Salah satu perusahaan Indonesia yang mengalakkan ekonomi sirkular adalah produsen AMDK, Le Minerale. Sustainability Director PT Tirta Fresindo Jaya, Ronald Atmadja mengatakan, Le Minerale mendukung penuh upaya pemerintah dalam pengelolaan sampah nasional dan ikut mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersama mengelola sampah.
Lihat Juga :