Bukan Cuma Gegara Covid, Ini Penyebab RI Masuk Kelompok Penghasilan Menengah Bawah

Kamis, 29 Juli 2021 - 11:12 WIB
loading...
Bukan Cuma Gegara Covid,...
Ilustrasi industri. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus berupaya untuk menjaga Indonesia agar bisa terlepas dari jebakan negara berpenghasilan menengah atau middle income trap. Oleh sebab itu, pemerintah akan terus menjaga target jangka menengah dan panjang untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di level 6% pasca pandemi Covid-19 .

Indonesia Value Investor dan Direktur PT Indovesta Utama Mandiri, Rivan Kurniawan mengatakan, ada dua faktor yang menyebabkan Indonesia saat ini kembali masuk ke dalam negara berpenghasilan menengah ke bawah.

Baca juga: Tukang Bakso Layani Pasien COVID-19 Isoman, Begitu Hasil Tes PCR Keluar Bikin Dag Dig Dug

“Kalau kita bicara Indonesia saat ini kembali masuk ke dalam negara berpenghasilan menengah ke bawah, ya ini lebih karena pertama, pandemi Covid-19. Tapi ada faktor yang kedua juga yaitu dari faktor industrialisasi,” katanya dalam acara Market Opening IDX Channel, Kamis (29/7/2021).

Menurut Rivan, pemerintah perlu menggenjot faktor industrialisasi. Hal tersebut dilakukan agar Indonesia bisa keluar dari negara berpenghasilan menengah atau middle income trap. “Faktor industrialisasi ini yang mungkin juga perlu digenjot oleh pemerintah, supaya Indonesia bisa keluar dari middle income trap,” ujar dia.

Baca juga: 3T Dimasifkan, Siap-siap Angka Positif Covid-19 Akan Naik

Lanjutnya, jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, industrialisasi di sana jauh lebih berkembang. Sementara, Indonesia belum ada cetak biru yang jelas.

“Kalau kita lihat negara-negara tetangga misalkan Malaysia, industrialisasinya sudah lebih berkembang. Sementara, Indonesia kalau menurut saya nih belum ada blue print yang jelas. Jadi, memang perlu digenjot ke depannya,” tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Arsari Tambang Bakal...
Arsari Tambang Bakal Bangun Pusat Riset Timah dan Logam Tanah Jarang di Bangka
Ekspor Tembus USD1 Miliar,...
Ekspor Tembus USD1 Miliar, Industri Tuna RI Incar Pasar Kolagen Global
Hilirisasi Tahap II...
Hilirisasi Tahap II Digenjot, Pengamat: Bisa Dongkrak Ekonomi dan Tambah Pendapatan Negara
Viro Transformasi ke...
Viro Transformasi ke Konstruksi Modular, Bidik Pasar Resort Tropis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
Evita DPR Soroti Ruwetnya...
Evita DPR Soroti Ruwetnya Industri Tekstil Nasional
Rekomendasi
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Bank Kalteng Jadi Sponsor...
Bank Kalteng Jadi Sponsor Utama Adhyaksa FC di Super League Musim Depan
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved