Saratoga Raup Laba Bersih Rp15,3 Triliun di Semester I 2021

Kamis, 29 Juli 2021 - 11:50 WIB
loading...
Saratoga Raup Laba Bersih...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp15,3 triliun di kuartal II-2021, berbanding rugi bersih sebesar Rp2,1 triliun pada kuartal II-2020. Perseroan juga mencatat net asset value (NAV) senilai Rp46,5 triliun hingga kuartal II-2021, meningkat dibandingkan NAV pada akhir tahun 2020 yang mencapai Rp31,7 triliun.

Presiden Direktur Saratoga, Michael Soeryadjaya mengatakan, kinerja positif perusahaan-perusahaan portofolio investasi telah mendorong pertumbuhan nilai portofolio Saratoga. Kinerja perusahaan portofolio investasi tersebut juga diikuti dengan pembayaran dividen yang konsisten sehingga turut memperkuat fundamental Saratoga.

“Nilai saham yang meningkat dari perusahaan portofolio investasi telah menjadikan NAV Saratoga tumbuh positif di kuartal II-2021. Kami bersyukur bahwa perusahaan portofolio investasi Saratoga mampu menjaga pertumbuhan bisnisnya,” ujar Michael dalam keterangan tertulis, Kamis (29/7/2021).

Baca Juga: Kinerja Positif, Laba Bersih MNC Studios Meningkat 28%

Pencapaian NAV Saratoga di kuartal II-2021 berasal dari kinerja saham sejumlah perusahaan portofolio investasi yang meningkat, terutama dari PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), dan PT Provident Agro Tbk (PALM).

Saratoga juga membukukan pendapatan dividen sebesar Rp866 miliar pada kuartal II-2021, meningkat 35,3 persen dari Rp640 miliar pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pendapatan ini sebagian besar disumbangkan oleh PT Adaro Energy Tbk (ADRO), TBIG, dan MPMX.

Michael menambahkan, Saratoga akan terus menjalankan strategi diversifikasi dalam berinvestasi dan disiplin dalam mengelola keuangan untuk menjaga keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang. Rasio utang dan biaya akan terus dikelola dan dijaga dilevel yang efisien. Saat ini biaya-biaya operasional tahunan terhadap nilai aset bersih berada di posisi sebesar 0,4 persen dan loan to value sebesar 5,7 persen.

Direktur Investasi Saratoga, Devin Wirawan menjelaskan, pada kuartal II-2021 Saratoga terus mendorong sejumlah perusahaan portofolio investasi untuk mengembangkan bisnis ke daerah baru. Dia mencontohkan, Primaya Hospital di bawah PT Famon Awal Bros Sedaya telah membuka tiga rumah sakit baru sejak awal tahun. Ketiga rumah sakit tersebut adalah Primaya Hospital Bhakti Wara di Pangkal Pinang-Bangka Belitung, Primaya Hospital Sukabumi di Jawa Barat dan Primaya Hospital Pasar Kemis di Tangerang-Banten.

“Peluncuran rumah sakit baru ini melengkapi aset operasional Primaya Hospital menjadi 12 unit pada kuartal II-2021. Ekspansi ini juga menjadi bentuk dukungan Saratoga terhadap upaya pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan terbaik di tengah situasi pandemi yang masih terjadi,” ucap Devin.

Devin menjelaskan bahwa salah satu perusahaan portofolio investasi strategis Saratoga yaitu MDKA semakin memperkuat fundamental bisnis jangka panjangnya. Ia mengungkapkan, tes pengeboran terbaru dari Proyek Tambang Tembaga Tujuh Bukit di Banyuwangi menghasilkan intercept yang signifikan dari tembaga dan emas.

MDKA telah merampungkan studi kelayakan proyek Acid, Iron, Metal (AIM) yang diproyeksikan memiliki net present value (NPV) sebesar Rp5,8 triliun. Proyek AIM dioperasikan oleh Merdeka Tsingshan Indonesia (MDKA 80 persen, Tsingshan 20 persen) di Indonesia Morowali Industrial Park, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Konstruksi telah dimulai pada kuartal II-2021 dan direncanakan berproduksi pada kuartal II-2022.

Baca Juga: Hasil Jualan Jamu Meningkat, Laba Bersih Sido Muncul Naik 21%

Di tengah tingginya kebutuhan sektor logistik, Devin mengatakan, perusahaan portofolio investasi Saratoga di bisnis ini yaitu MGM Bosco Logistics sedang melakukan ekspansi tahap dua untuk fasilitas gudang pendingin di Bekasi. Fasilitas ekspansi tersebut rencananya mulai beroperasi lada kuartal IV-2021.

“Saratoga akan terus mendampingi seluruh perusahaan portofolio investasi agar mampu mengembangkan peluang bisnis baru dan meningkatkan value bisnisnya. Kami juga terbuka dengan peluang investasi baru, termasuk di sektor teknologi yang kini berkembang sangat cepat di Indonesia,” tuturnya.

Kinerja Perusahaan Investasi

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
Pada April 2021, perusahaan menyelesaikan transaksi jual beli dan pengalihan 3.000 menara dari PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) senilai Rp3,9 triliun. Transaksi tersebut didanai oleh dana internal dan pemanfaatan fasilitas bank. Di bulan yang sama, TBIG juga menerbitkan obligasi Rp970 miliar yang akan jatuh tempo di tahun 2022 dengan tingkat bunga 5,50 persen.

PT Merdeka Copper Gold Tbk
Pada semester ini, MDKA telah menyelesaikan studi kelayakan proyek acid, iron, metal (AIM). Dengan estimasi biaya modal proyek sebesar USD290 juta atau Rp4,2 triliun, proyek AIM diproyeksikan memiliki net present value (NPV) sebesar USD407 juta atau Rp 5,8 triliun. Proyek AIM dioperasikan oleh Merdeka Tsingshan Indonesia (MDKA 80 persen, Tsingshan 20 persen) dengan konstruksi yang telah dimulai pada kuartal II-2021 dan direncanakan berproduksi pada kuartal IV-2022.

PT Deltomed Laboratories
Deltomed meluncurkan Antangin Goodnight dan Antangin Habbatussauda. Antangin Good Night adalah suplemen herbal yang membantu meningkatkan kualitas tidur dan Antangin Habbatussauda membantu mengatasi masuk angin dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Deltomed berhasil meraih pertumbuhan pendapatan dua digit di semester ini dengan dukungan peluncuran Antangin Habbatussauda.

MGM Bosco Logistics
MGM Bosco Logistics saat ini sedang melakukan ekspansi tahap dua untuk fasilitas gudang pendingin di Bekasi. Fasilitas ekspansi tersebut rencananya akan mulai beroperasi pada kuartal
IV-2021.

PT Adaro Energy Tbk
Harga batubara Newcastle terus menguat dari level USD60 per ton di akhir tahun 2020 menjadi USD130 per ton di akhir kuartal II-2021 yang didorong oleh terbatasnya pasokan global dan meningkatnya volume permintaan terutama dari kebutuhan listrik di China.

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk
Pemulihan ekonomi yang sedang berjalan telah berdampak positif terhadap MPMX. Perusahaan melakukan revisi terhadap proyeksi pendapatan tahun 2021 menjadi tumbuh 20-25 persen, dibandingkan proyeksi awal sebesar 10-15 persen. Sementara Net Profit After Tax (NPAT) pada tahun 2021 diproyeksikan mencapai lebih dari Rp 300 miliar. Optimisme MPMX tersebut didukung dengan penjualan sepeda motor nasional yang tumbuh 30 persen selama semester I-2021 menjadi 2,5 juta unit, dari 1,9 juta unit di semester I-2020. Sampai akhir tahun Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan penjualan sepeda motor akan mencapai 4,3 juta hingga 4,6 juta unit dibandingkan penjualan tahun 2020 yang mencapai 3,7 juta unit.

PT Aneka Gas Industri Tbk
Pada 21 Maret, AGII menyelesaikan akuisisi 2 unit bisnis dari PT Samator dan menambah aset senilai Rp 600 miliar. Pada 21 Mei, AGII menandatangani kontrak 12 tahun dengan PT Timah Tbk.
(TINS) untuk membangun pabrik penyedia pasokan gas industri yang dibutuhkan untuk smelter pemurnian timah di Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (smelter akan beroperasi penuh pada tahun 2022).

PT Famon Awal Bros Sedaya
PT Famon Awal Bros Sedaya (Primaya Hospital) telah meluncurkan tiga rumah sakit baru pada semester pertama tahun ini di Pangkal Pinang, Sukabumi dan Pasar Kemis. Primaya akan meluncurkan dua rumah sakit lagi di semester II-2021. Primaya Hospital akan terus memberi dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan terbaik di tengah situasi pandemi yang masih berlangsung
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Kuartal Pertama 2026,...
Kuartal Pertama 2026, LPKR Bukukan Pendapatan Rp1,80 T dan Laba Bersih Rp107 M
Melesat 55,8%, KPIG...
Melesat 55,8%, KPIG Cetak Laba Bersih Rp94,6 Miliar di Kuartal I-2026
Laba SIG Melonjak 88,7%...
Laba SIG Melonjak 88,7% di Kuartal I-2026 Jadi Rp80 Miliar
Astra Bukukan Laba Rp5,85...
Astra Bukukan Laba Rp5,85 Triliun di Kuartal I-2026
Danamon Bukukan Pertumbuhan...
Danamon Bukukan Pertumbuhan Laba Bersih 35 Persen pada Kuartal Pertama 2026
Ingria Pratama Capitalindo...
Ingria Pratama Capitalindo Bukukan Kenaikan Laba Bersih 34 Persen di Kuartal III/2025
Laba Bersih IRRA Melonjak...
Laba Bersih IRRA Melonjak 924,6%, Tumbuh Pesat di Sektor Kesehatan
Transformasi Digital...
Transformasi Digital Dorong Peningkatan Tabungan, BNI Cetak Laba Rp21,5 Triliun Sepanjang 2024
Rekomendasi
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Aktivitas Gunung Anak...
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved