Pandemi Covid-19 Paksa 'Generasi Kolonial' Jadi Melek Digital
Kamis, 29 Juli 2021 - 22:55 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau kita buka Taspen Mobile kita bikin autentifikasinya itu facial dan voice recognition. Jadi biar enggak salah terima, tidak terjadi penipuan, dan disalahgunakan kita pakai itu facial recognition. Dan ini tidak bisa ditipu karena facial recognition bentuknya bukan video tapi live dan mereka diminta melakukan gerakan sesuai instruksi dari aplikasi misalnya tersenyum, gerakkan mata. Kalau salah uangnya tidak terkirim," terang dia.
Dengan situasi yang memaksa orang bisa melakukan segala sesuatu secara digital, tak dipungkiri kini banyak kaum separuh baya sudah melek teknologi. Hal itu tecermin dengan melakukan transaksi berbasis teknologi.
"Jadi banyak pensiunan yang tadinya gaptek sekarang mulai bisa melakukan transaksi berbasis teknologi. Kalau dia tidak bisa mereka minta ke anak atau cucunya. Apakah masih ada yang tidak bisa teknologi? Ada tapi jumlahnya kurang dari 2%," tambah Kosasih.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Direktur IT PT Adira Dinamika Multi Finance Dodi Yuliarso mengungkapkan, potensi pertumbuhan industri cloud computing memang sangatlah besar. Terbukti, perusahaan cloud computing global telah masuk dan memasarkan produknya di Indonesia, seperti Alibaba Cloud, Google Cloud, Amazon dan Microsoft Azure.
Baca juga:Kevin Sanjaya Minta Maaf Usai Tersingkir dari Olimpiade Tokyo 2020
Dengan situasi yang memaksa orang bisa melakukan segala sesuatu secara digital, tak dipungkiri kini banyak kaum separuh baya sudah melek teknologi. Hal itu tecermin dengan melakukan transaksi berbasis teknologi.
"Jadi banyak pensiunan yang tadinya gaptek sekarang mulai bisa melakukan transaksi berbasis teknologi. Kalau dia tidak bisa mereka minta ke anak atau cucunya. Apakah masih ada yang tidak bisa teknologi? Ada tapi jumlahnya kurang dari 2%," tambah Kosasih.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Direktur IT PT Adira Dinamika Multi Finance Dodi Yuliarso mengungkapkan, potensi pertumbuhan industri cloud computing memang sangatlah besar. Terbukti, perusahaan cloud computing global telah masuk dan memasarkan produknya di Indonesia, seperti Alibaba Cloud, Google Cloud, Amazon dan Microsoft Azure.
Baca juga:Kevin Sanjaya Minta Maaf Usai Tersingkir dari Olimpiade Tokyo 2020
Lihat Juga :