Anak Usaha Perusahaan Milik Tommy Soeharto Siap IPO di Bursa

loading...
Anak Usaha Perusahaan Milik Tommy Soeharto Siap IPO di Bursa
Perusahaan distribusi LNG, PT GTS Internasional (GTSI) yang merupakan anak usaha HITS milik milik Hutomo Mandala Putra atau dikenal Tommy Soeharto berencana IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Perusahaan distribusi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG), PT GTS Internasional (GTSI) berencana untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) . Diketahui, GTS Internasional merupakan anak usaha dari PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) milik Hutomo Mandala Putra atau dikenal Tommy Soeharto .

Ketika dikonfirmasi, Presiden Direktur PT GTS Internasional (GTSI), Kemal Imam Santoso membenarkan, adanya rencana Perseroan untuk melakukan IPO, bahkan dia menyebut perusahaan telah melakukan registrasi untuk melantai di Bursa.

"Iya, sesuai iklan kami, kami berencana untuk go public. Sudah (registrasi), tahap registrasi sudah, sekarang menunggu konfirmasi dari regulator," ujar Kemal saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (29/7).

Baca Juga: Perkuat Sinergi Pertamina Group, PGN dan PIS Tingkatkan Utilitas LNG



Terkait rencana selanjutnya setelah melakukan IPO, Kemal belum bisa menjelaskan apa-apa saja yang akan dilakukan Perseroan karena mengikuti regulasi yang ada.

"Karena kami terikat regulasi, IPO structure belum bisa dikomunikasikan. Kami mengikuti regulasi tidak diperbolehkan membicarakan IPO structurenya," kata dia.

Mengutip laman resmi perusahaan, PT GTS Internasional (PT GTSI) salah satu anak usaha PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk merupakan operator untuk kapal LNG di Indonesia dan seluruh wilayah pengoperasiannya.

Baca Juga: Digugat Tommy Soeharto, PPK Tol Desari Bilang Proses Ganti Rugi Sudah Sesuai Prosedur

GTSI merupakan perusahaan pelopor pengoperasian regasifikasi penyimpanan terapung atau Floating Storage Regasification Unit (FSRU). Perseroan mengoperasikan empat dari lima unit FSRU yang beroperasi di Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan Humpuss Intermoda Transportasi yang berakhir pada 31 Desember 2020, aset GTSI mengalami kenaikan pada tahun 2020 sebesar 52,44 juta dolar AS dari tahun sebelumnya USD47,53 juta. HITS memiliki 99% saham GTSI.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top