BRGM Targetkan Rehabilitasi 600.000 Ha Lahan Mangrove

Senin, 02 Agustus 2021 - 23:54 WIB
loading...
BRGM Targetkan Rehabilitasi...
Foto Ilustrasi/Istimewa
A A A
JAKARTA - Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) menargetkan dapat merehabilitasi seluas 600.000 hektare (ha) lahan mangrove di wilayah Sumatera. BRGM sendiri menurunkan target rehabilitasi mangrove untuk tahun ini menjadi sekitar 33.000 hektare (ha) dari target semula 83.000 ha.

Kepala Kelompok Kerja Rehabilitasi Mangrove Wilayah Sumatera BRGM Onesimus Patiung menjelaskan bahwa terdapat total target 600.000 ha lahan mangrove yang harus direhabilitasi BRGM sampai 2024. Untuk 2021, BRGM menargetkan akan melakukan rehabilitasi terhadap 83.000 ha di sembilan provinsi wilayah kerjanya.

Baca Juga : Ketua MPR Bambang Soesatyo Desak Subsidi Gaji Segera Disalurkan

“Target 83.000 ha ini saat ini juga tidak bisa kami kejar. Kenapa tidak bisa terkejar? Karena tadi datanya belum klop, yang kemudian waktunya juga tidak cukup dan adanya kepentingan negara saat ini bahwa luasan kami akan dihilangkan kurang lebih 50.000 ha,” kata Onesimus di Jakarta, Senin (2/8/2021).

Sementara itu, Ketua Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Sumatera Selatan, Dharna Dahlan mengatakan tidak ada lahan gambut yang terbakar saat kebakaran di Kabupaten Ogan Ilir. Dia mengatakan lahan yang terbakar di Desa Palem Raya itu masuk kepemilikan pribadi. “Lahannya lahan mineral, jadi bukan gambut,” ucap Dahlan.

Dahlan mengatakan di area terbakar itu memang ada rawa dengan ketebalannya 10-20 cm. “Sehingga tidak disebut gambut, tapi orang awam menyebutnya gambut,” kata dia.

Selain itu, Dahlan mengatakan Kabupaten Ogan Ilir bukan termasuk wilayah target restorasi gambut yang dikerjakan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove bersama TRGD dan pemerintah daerah. Sehingga, tim TRGD tidak terlalu ikut serta.

Dahlan mengatakan area kebakaran di Desa Palem Raya itu sejatinya lahan tidur. Kejadian serupa pernah terjadi pada 2019 silam. “2019 itu terbakarnya disana juga,” ujar dia.

Meski tidak terlibat aktif, Dahlan mengatakan bahwa TRGD juga memantau karena menjadi bagian dari Tim Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Sumsel. Nantinya, pelaksanaan pemantauan akan dilakukan TRGD dan BPBD daerah masing-masing.

“Jadi begitu ada spot-spot terbakar, karena ada satelit di provinsi, nantinya yang bergerak BPBD. Jika ada kebutuhan tambahan, mereka bisa minta ke BPBD Provinsi, seperti minta pengeboman (water bombing),” kata dia.

Saat ini, kata Dahlan, Tim TRGD juga memantau dan melakukan pembasahan gambut di area kerja restorasi gambut. Beberapa diantaranya di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Kabupaten Musi Banyuasin. “Kemarin di OKI, dan 2-3 hari kedepan kita mungkin ke Musi Banyuasin,” jelas dia.

Dahlan mengatakan area lahan gambut di Hutan Produksi Terbatas (HPT) masih basah. Air yang menggenangi masih tinggi. “Kalaupun ada kebakaran, api bisa mati sendiri,” tegasnya.

Baca Juga : Tetap Optimistis Saat Pandemi, Groundbreaking Apple5 Condovilla Digelar

Dahlan menyebut lahan gambut kering ditemukan di area konsesi. “Tapi, area konsesi bukan areal kerja kita,” paparnya.

Dahlan mengungkapkan, dari laporan tim daerah di lapangan dan pemantauan yang dia lakukan mandiri, kondisi gambut di area kerja BRGM masih aman.

Meski demikian, pria yang juga menjabat sebagai Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sumsel itu akan mewaspadai kondisi cuaca beberapa pekan ini. Sebab, memasuki Agustus beberapa wilayah sudah tidak ada hujan.

“Kita lakukan pengecekan dan koordinasi dengan BPBD daerah, kalau kering kita bawa alat dan pompa untuk pembasahan lahan gambut,” pungkasnya.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiga Tahun Program Mangrove...
Tiga Tahun Program Mangrove NHM di Kao Tunjukkan Hasil Nyata bagi Pemulihan Ekosistem Pesisir
Perkuat Rantai Ekonomi...
Perkuat Rantai Ekonomi Kerakyatan, Holding BUMN Danareksa Salurkan Kurban untuk 3.800 Keluarga
Berdayakan 42 Ribu Lebih...
Berdayakan 42 Ribu Lebih Klaster Usaha, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Komunitas
Berkembang Bersama BRILink...
Berkembang Bersama BRILink Agen, Keluarga di Jepara Buka Lapangan Pekerjaan bagi Masyarakat Sekitar
Perkuat Ekonomi Kerakyatan,...
Perkuat Ekonomi Kerakyatan, UKP Bidang Ekonomi dan Perbankan MoU dengan Menkop
Menkop Ferry Juliantono:...
Menkop Ferry Juliantono: Koperasi Harus Jadi Tulang Punggung Kemakmuran Bangsa
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Rekomendasi
Benarkah Fruktosa dalam...
Benarkah Fruktosa dalam Buah Bisa Memicu Asam Urat? Ini Penjelasan Guru Besar IPB
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
Berita Terkini
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Infografis
Serangan Balas Dendam...
Serangan Balas Dendam AS Targetkan Pasukan Iran dan Afiliasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved