Terkendala Pasokan, Pertumbuhan Manufaktur AS Melambat

Selasa, 03 Agustus 2021 - 10:51 WIB
loading...
A A A
"Perusahaan terus berjuang untuk menampung banyaknya permintaan di tengah kesulitan mempekerjakan dan mempertahankan para pekerja," kata Kepala ISM, Timothy Fiore, di AFP, Senin (2/8).

Timothy mencatat bahwa semua segmen dalam industri manufaktur dipengaruhi oleh waktu pengiriman bahan baku yang lama, kekurangan material dasar, kenaikan harga komoditas, dan kesulitan mengangkut produk.

Baca juga:Rayakan Turun 10 Kg, Ivan Gunawan Pamer Foto Rangkul Ayu Ting Ting

Seperti diketahui, produsen barang tengah berjuang dalam beberapa bulan terakhir di tengah macetnya rantai pasokan. Salah satunya adalah kesulitan mendapatkan chip komputer dan komponen lain yang diperlukan dalam rantai produksi industri teknologi. Di sisi lain, analis menyatakan bahwa prospek manufaktur AS masih cukup baik di masa depan.

"Prospek manufaktur masih cukup cerah dengan besarnya permintaan barang, meningkatnya investasi bisnis, dan pulihnya aktivitas global yang membuat pabrik-pabrik di AS terus berjalan. Namun, produsen masih sulit memenuhi kuatnya permintaan" kata Ekonom Universitas Oxford, Oren Klachkin.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Perusahaan APAC Berlomba...
Perusahaan APAC Berlomba Adopsi AI, Data Gudang Masih Jadi Hambatan
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Rekomendasi
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
Enzy Storia Panik Saat...
Enzy Storia Panik Saat Mati Listrik di Positano, Sempat Mengira Diganggu Hantu Italia
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Berita Terkini
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved