Sri Mulyani Geber Jualan SBN Ritel, Laris Manis hingga Lampaui Target
Selasa, 03 Agustus 2021 - 12:57 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani mengatakan, jumlah pembeli Surat Berharga Negara (SBN) Ritel meningkat drastis. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Penjualan obligasi negara ritel melewati pertengahan 2020 mencatat kinerja yang menggembirakan. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, jumlah pembeli Surat Berharga Negara (SBN) Ritel meningkat drastis.
Baca Juga: Menkeu Sebut SBN Ritel ORI019 dan SR014 Kian Diminati Milenial
Angka nominal penjualan SBN tercatat telah melampaui target. Kementerian Keuangan terus melakukan edukasi dan sekaligus memberikan pilihan instrument investasi bagi masyarakat yakni dengan menerbitkan Surat Berharga Negara dalam bentuk ritel ( SBN Ritel ).
Diterangkan oleh Sri Mulyani, bahwa Pemerintah sendiri meraup dana Rp7.500.118.000.000 dari penerbitan SBR010 itu. Angka itu melampaui target awal sebesar Rp5 triliun.
"Coba dilihat angkanya bahkan sampai digit Rp118 juta. Ini selalu kita pasarkan dan saya minta kepada Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko terus melakukan edukasi publik. Dan Alhamdulillah saya lihat kemajuanya sangat baik. Basis investor kita terus meluas," kata Menkeu Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (3/8/2021).
Baca Juga: Menkeu Sebut SBN Ritel ORI019 dan SR014 Kian Diminati Milenial
Angka nominal penjualan SBN tercatat telah melampaui target. Kementerian Keuangan terus melakukan edukasi dan sekaligus memberikan pilihan instrument investasi bagi masyarakat yakni dengan menerbitkan Surat Berharga Negara dalam bentuk ritel ( SBN Ritel ).
Diterangkan oleh Sri Mulyani, bahwa Pemerintah sendiri meraup dana Rp7.500.118.000.000 dari penerbitan SBR010 itu. Angka itu melampaui target awal sebesar Rp5 triliun.
"Coba dilihat angkanya bahkan sampai digit Rp118 juta. Ini selalu kita pasarkan dan saya minta kepada Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko terus melakukan edukasi publik. Dan Alhamdulillah saya lihat kemajuanya sangat baik. Basis investor kita terus meluas," kata Menkeu Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (3/8/2021).
Lihat Juga :