Disokong Tiga Bank Asing, PLTS Terapung Cirata Ditargetkan COD Tahun Depan

Selasa, 03 Agustus 2021 - 19:48 WIB
loading...
Disokong Tiga Bank Asing,...
Ilustrasi PLTS Terapung Cirata. FOTO/Humas KBRI Abu Dhabi
A A A
JAKARTA - PT Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi (PMSE), perusahaan patungan yang mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata , Purwakarta, Jawa Barat, kemarin mengumumkan telah mencapai kesepakanan pendanaan dari tiga lembaga keuangan internasional. Ketiga lembaga keuangan asing tersebut adalah Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Societe Generale, dan Standard Chartered Bank.

Perbankan asing itu sepakat membiayai 80% dari total nilai proyek PLTS Terapung berkapasitas 145 Mega Watt AC (MWAc) itu sebesar USD140 juta (sekitar Rp1,98 triliun, kurs Rp14.200 per USD). Adapun 20% porsi pembiayaan PLTS Terapung terbesar di Asia Tenggara itu berasal dari modal sendiri PMSE. Sekadar diketahui, PMSE merupakan perusahaan patungan yang sahamnya dimiliki oleh PT PJB Investasi sebesar 51% dan Abu Dhabi Future Energy Company PJSC – Masdar (49%).

"Kami telah mencapai financial close pada 2 Agustus 2021 dan diharapkan proyek ini akan mencapai COD (Commercial Operations Date) pada November 2022," kata Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Gong Matua Hasibuan, di Jakarta, Selasa (3/8/2021).

Baca Juga: Babak Baru Kerja Sama Energi Terbarukan RI dan PEA

Dengan dicapainya financial close tersebut, ujar dia, diharapkan PJB yang merupakan anak usaha PT PLN (persero) dapat terus berkontribusi dalam upaya mempercepat bauran energi baru terbarukan (EBT) sesuai target pemerintah yakni sebesar 23% pada 2025. Gong Matua Hasibuan menambahkan, tuntasnya urusan persyaratan dengan lembaga pemberi pinjaman ini, maka pihaknya optimistis proyek pembangunan akan berjalan lancar dan bisa beroperasi pada November 2022 mendatang. "Proyek ini telah melalui tahapan penting pada 2 Agustus yakni mencapai titik kritis financial close. Lender (pemberi kredit) kami konfirmasi semua syarat terpenuhi,” ujar dia.

Proyek PLTS Terapung Cirata digadang-gadang menjadi benchmark pengembangan PLTS terapung di Tanah Air dengan skala yang berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan kondisi sumber daya air yang dimiliki Indonesia dan tersebar di sejumlah daerah. Khusus di Waduk PLTA Cirata, Purwakarta, Jawa Barat, PLTS Terapung tersebut berada di area seluas 250 Ha. Adapun skema perjanjian jual beli listrik (PPA)-nya selama 25 tahun dengan skema build, operate, own, transfer (BOOT). Dalam kerja sama tersebut, PMSE akan menjual listrik kepada PLN sebagai off taker dengan harga 5,81 sen dolar per kWh.

Pada operasionalnya nanti, listrik yang dihasilkan oleh PMSE akan disalurkan melalui transmisi 150kV dengan tower sepanjang 3,2 kilometer sirkit (kms) dan diokoneksikan dengan Gardu Induk Cirata. "Proyek ini akan berdampak positif untuk target EBT 23% pada 2025 dan membantu mewujudkan komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi karbon. Proyek ini juga membuka lapangan kerja dan menaikkan industri dalam negeri," kata Gong Matua Hasibuan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Emisi Global Meningkat,...
Emisi Global Meningkat, Pembiayaan Iklim Justru Seret
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
PNM Mekaar Salurkan...
PNM Mekaar Salurkan Pembiayaan 23,3 Juta Nasabah Prasejahtera
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Membangun Ekonomi Jabar...
Membangun Ekonomi Jabar dari Rumah: Sinergi Baru untuk Pembiayaan Hunian yang Lebih Inklusif
Perusahaan Kini Bisa...
Perusahaan Kini Bisa Dipidana, FIFGROUP Perketat Aturan Penagihan Sesuai KUHP Baru 2026
Rekomendasi
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
ITS Dorong Mahasiswa...
ITS Dorong Mahasiswa Kembangkan Inovasi untuk Mendukung Kinerja PLN
Berita Terkini
Gaduh Pengangkatan Komisaris...
Gaduh Pengangkatan Komisaris BUMN, Qodari: Penting untuk Kawal Agenda Negara
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
Komut Pertamina Salurkan...
Komut Pertamina Salurkan Seragam Sekolah bagi 200 Anak Prasejahtera di Banyuwangi
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved