Restrukturisasi Kredit Bank Pelat Merah Mulai Membuahkan Hasil
Rabu, 04 Agustus 2021 - 20:45 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Restrukturisasi Kredit Bantu Pelaku Usaha Reopening Kegiatan Ekonomi
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam data terkininya menyebutkan, hingga 25 Juli 2021, realisasi penyaluran KUR nasional tercatat Rp 143,14 triliun yang disalurkan kepada 3,87 juta debitur. Dari jumlah tersebut, hingga paruh pertama tahun ini, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 19,68 triliun atau 63,5% dari target tahun 2021, kepada 200.339 debitur UMKM.
Kendati masih dalam situasi covid-19, penyaluran KUR Bank Mandiri tetap termitigasi dengan baik. Hal ini tercermin dari kualitas portofolio KUR Bank Mandiri yang mampu terjaga baik dengan total non performing loan (NPL) di posisi 0,45% per 30 Juni 2021.
Untuk mempercepat penyaluran Kredit Mikro termasuk KUR, Bank Mandiri juga memanfaatkan aplikasi Mandiri Pintar. Melalui platform digital kredit mikro ini diharapkan mampu mempercepat proses kredit nasabah.
Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai, restrukturisasi kredit UMKM yang dilakukan bank BUMN sangat membantu program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Apalagi restrukturisasi itu dilakukan dengan kombinasi pemberian stimulus pada penyaluran KUR.
Melalui stimulus tersebut, kata Bhima, debitur UMKM yang kesulitan membayar diberikan opsi restrukturisasi kredit. Sementara debitur potensial diberikan kredit usaha rakyat (KUR). "Ini kombinasi kebijakan yang bagus dari bank BUMN," ungkap Bhima.
Menurutnya, jika bank hanya memberikan satu kebijakan saja terhadap pelaku UMKM yang terdampak covid-19, misalnya KUR, tapi tidak didorong dengan program restrukturisasi kredit, maka efeknya akan parsial ke UMKM. Di antaranya, akan terjadi divergensi pemulihan UMKM.
Artinya, UMKM yang bergerak di sektor e-commerce bisa tumbuh tinggi. Di sisi lain, UMKM di sektor perdagangan dan industri skala kecil, pemulihannya akan berjalan lambat. Diharapkan sektor UMKM bisa segera pulih, seiring pelaksanaan program restrukturisasi kreditnya oleh perbankan.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam data terkininya menyebutkan, hingga 25 Juli 2021, realisasi penyaluran KUR nasional tercatat Rp 143,14 triliun yang disalurkan kepada 3,87 juta debitur. Dari jumlah tersebut, hingga paruh pertama tahun ini, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 19,68 triliun atau 63,5% dari target tahun 2021, kepada 200.339 debitur UMKM.
Kendati masih dalam situasi covid-19, penyaluran KUR Bank Mandiri tetap termitigasi dengan baik. Hal ini tercermin dari kualitas portofolio KUR Bank Mandiri yang mampu terjaga baik dengan total non performing loan (NPL) di posisi 0,45% per 30 Juni 2021.
Untuk mempercepat penyaluran Kredit Mikro termasuk KUR, Bank Mandiri juga memanfaatkan aplikasi Mandiri Pintar. Melalui platform digital kredit mikro ini diharapkan mampu mempercepat proses kredit nasabah.
Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai, restrukturisasi kredit UMKM yang dilakukan bank BUMN sangat membantu program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Apalagi restrukturisasi itu dilakukan dengan kombinasi pemberian stimulus pada penyaluran KUR.
Melalui stimulus tersebut, kata Bhima, debitur UMKM yang kesulitan membayar diberikan opsi restrukturisasi kredit. Sementara debitur potensial diberikan kredit usaha rakyat (KUR). "Ini kombinasi kebijakan yang bagus dari bank BUMN," ungkap Bhima.
Menurutnya, jika bank hanya memberikan satu kebijakan saja terhadap pelaku UMKM yang terdampak covid-19, misalnya KUR, tapi tidak didorong dengan program restrukturisasi kredit, maka efeknya akan parsial ke UMKM. Di antaranya, akan terjadi divergensi pemulihan UMKM.
Artinya, UMKM yang bergerak di sektor e-commerce bisa tumbuh tinggi. Di sisi lain, UMKM di sektor perdagangan dan industri skala kecil, pemulihannya akan berjalan lambat. Diharapkan sektor UMKM bisa segera pulih, seiring pelaksanaan program restrukturisasi kreditnya oleh perbankan.
(akr)
Lihat Juga :