Perkuat LCS, Indonesia, Malaysia, dan Jepang Ucapkan Sayonara pada Greenback
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 13:43 WIB
loading...
A
A
A
Dirinya menyebut, karena banyaknya menggunakan mata uang dolar dalam penyelesaian transaksi, barang dagang, baik jasa maupun investasi, dapat menimbulkan ketergantungan pada pasar valas domestik.
Baca juga:Waspada Curanmor Selama PPKM, Begini Cara Mengamankan Mobil Anda
"Kalau pasar valas yang sehat, itu artinya ada pasar valas rupiah dengan yen, rupiah dengan euro, rupiah dengan ringgit, intinya rupiah dengan mata uang negara-negara mitra dagang dan investasi kita," Lanjut Doddy.
Namun karena masih menggunakan dolar, meski kita berdagang dengan China, Jepang, Thailand, dan lain-lain, kita masih bergantung pada greenback itu. Kondisi itu membuat mata uang rupiah menjadi sangat sensitif terhadap dolar.
"Karenanya Bank Indonesia berinisiatif untuk terus mencoba menjaga stabilitasnya dengan melakukan pendekatan yang sifatnya lebih struktural, yaitu dengan mendalami pasar keuangan, terutama pasar keuangan valas non-US dolar dalam negeri," tutup Doddy.
Baca juga:Waspada Curanmor Selama PPKM, Begini Cara Mengamankan Mobil Anda
"Kalau pasar valas yang sehat, itu artinya ada pasar valas rupiah dengan yen, rupiah dengan euro, rupiah dengan ringgit, intinya rupiah dengan mata uang negara-negara mitra dagang dan investasi kita," Lanjut Doddy.
Namun karena masih menggunakan dolar, meski kita berdagang dengan China, Jepang, Thailand, dan lain-lain, kita masih bergantung pada greenback itu. Kondisi itu membuat mata uang rupiah menjadi sangat sensitif terhadap dolar.
"Karenanya Bank Indonesia berinisiatif untuk terus mencoba menjaga stabilitasnya dengan melakukan pendekatan yang sifatnya lebih struktural, yaitu dengan mendalami pasar keuangan, terutama pasar keuangan valas non-US dolar dalam negeri," tutup Doddy.
(uka)
Lihat Juga :