Ekonomi Kuartal III Masih Tanda Tanya, Rupiah Keok Atas Greenback

Jum'at, 06 Agustus 2021 - 20:01 WIB
loading...
Ekonomi Kuartal III...
Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 10 poin atas dolar Amerika Serikat (AS) di level Rp14.352 dalam perdagangan sore ini. Melemahnya mata uang Garuda ini diprediksi karena pertumbuhan ekonomi di Kuartal III/2021 akan turun 1-2%.

Disamping itu, pemerintah menegaskan proses pemulihan ekonomi nasional di paruh kedua tahun 2021 akan sangat bergantung pada penanganan pandemi seiring kuartal III/2021 menghadapi tantangan peningkatan kasus Covid-19 varian Delta, di mana hal itu mengakibatkan pemerintah memberlakukan PPKM Level 4 serta mempercepat vaksinasi terkait dengan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19.

Baca juga: Jelang Tatap Muka, Pelajar di Depok Antusias Vaksin Covid-19

Dalam masalah pandemi ini, Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi aturan pengetatan akan dilakukan selama 12 bulan dan ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kuartal III.

“Walaupun pemerintah merasa optimis bahwa pertumbuhan ekonomi akan tumbuh di 4% dengan berbagai pendukung yang akan memback-upnya, seperti anggaran PEN yang begitu besar untuk kesehatan, vaksinasi, Bansos, BLT dan subsidi karyawan, tetapi melihat di lapangan ekonomi benar-benar stagnan,” ujar Ibrahim dalam rilisnya, Jumat (6/8/2021).

Baca juga: Studi Terbaru di Inggris: Vaksin Mengurangi Resiko Terinfeksi Varian Delta

Dia menuturkan hal itu terlihat dari tutupnya beberapa perusahaan ritel di Indonesia. Kondisi inilah yang membuat ragu pertumbuhan ekonomi di Kuartal Ketiga 2021 bisa naik di 4 % atau bahkan menurutnya bisa turun di 1-2%. “Ini merupakan tantangan tersendiri bagi pemerintah yang harus bisa membuktikan bahwa angka 4 % sudah valid,” katanya. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.340-Rp14.380.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rekomendasi
Timnas Iran Mendarat...
Timnas Iran Mendarat di Meksiko Jelang Piala Dunia 2026, Optimistis Lolos Fase Grup
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved