Bisnis Penerbangan Babak Belur, 1.000 Pesawat Dikembalikan ke Lessor
Sabtu, 07 Agustus 2021 - 18:00 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/Twitter
A
A
A
JAKARTA - The International Bureau of Aviation (IBA) melaporkan tahun ini lebih dari 1.000 pesawat akan dikembalikan ke lessor tanpa kejelasan status. Namun demikian, pasar leasing pesawat komersial memang sedang mengalami gejolak yang cukup besar sepanjang tahun ini akibat terdampak pembatasan pergerakan akibat pandemi Covid-19.
Dikutip dari Aviator Aero, IBA merinci ada sebanyak 1.300 pesawat, termasuk 200 widebody telah dijadwalkan untuk dikembalikan ke lessor tahun ini. Bahkan penjadwalan pengembalian ini telah dilakukan sejak sebelum pandemi Covid-19.
Presiden IBA Phil Seymour mengatakan awalnya sewa sebagian besar pesawat akan diperpanjang namun sayangnya opsi itu tersebut nampaknya sangat tidak mungkin dilakukan dengan adanya pandemi COVID-19 saat ini. Berdasarkan laporan IBA, pandemi Covid-19 menyebabkan jumlah penumpang pesawat turun drastis. "Ini mengakibatkan maskapai tidak mampu melanjutkan sewa pesawat dan memilih mengembalikan ke pihak lessor," ujar Phil.
Baca Juga: AirAsia Stop Penerbangan hingga 6 September 2021, Begini Cara Refund Tiketnya
Adapun jumlah maskapai yang berencana mengakhiri masa sewa tidak sedikit. Awalnya kebanyakan maskapai tidak melanjutkan sewa karena sedang restrukturisasi. Namun kemudian kondisi memburuk hingga menyebabkan banyak maskapai mengalami kerugian bahkan bangkrut. Hal ini membuat nasib armada-armada pesawat yang dikembalikan ke lessor semakin tak jelas masa depannya
Dikutip dari Aviator Aero, IBA merinci ada sebanyak 1.300 pesawat, termasuk 200 widebody telah dijadwalkan untuk dikembalikan ke lessor tahun ini. Bahkan penjadwalan pengembalian ini telah dilakukan sejak sebelum pandemi Covid-19.
Presiden IBA Phil Seymour mengatakan awalnya sewa sebagian besar pesawat akan diperpanjang namun sayangnya opsi itu tersebut nampaknya sangat tidak mungkin dilakukan dengan adanya pandemi COVID-19 saat ini. Berdasarkan laporan IBA, pandemi Covid-19 menyebabkan jumlah penumpang pesawat turun drastis. "Ini mengakibatkan maskapai tidak mampu melanjutkan sewa pesawat dan memilih mengembalikan ke pihak lessor," ujar Phil.
Baca Juga: AirAsia Stop Penerbangan hingga 6 September 2021, Begini Cara Refund Tiketnya
Adapun jumlah maskapai yang berencana mengakhiri masa sewa tidak sedikit. Awalnya kebanyakan maskapai tidak melanjutkan sewa karena sedang restrukturisasi. Namun kemudian kondisi memburuk hingga menyebabkan banyak maskapai mengalami kerugian bahkan bangkrut. Hal ini membuat nasib armada-armada pesawat yang dikembalikan ke lessor semakin tak jelas masa depannya
Lihat Juga :