Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh dengan Mengoptimalkan SDM dan SDA

Jum'at, 29 Mei 2020 - 04:49 WIB
loading...
Ekonomi Indonesia Bisa...
Menteri BUMN Erick Thohir masih optimis jika pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melonjak pasca pandemi Covid-19. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir masih optimis jika pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melonjak pasca pandemi virus Corona. Apalagi Indonesia menyimpan dua kekuatan yang bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Kelebihan yang pertama adalah jumlah penduduk. Indonesia sendiri menjadi salah satu negara dengan penduduk terbesar di dunia setelah China dan India.

Istimewanya lagi, penduduk Indonesia ini sebagian besar berusia produktif. Sehingga, sumber daya manusia (SDM) ini bisa menjadi kekuatan bagi Indonesia untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

"Kita ketahui bahwa banyak pakar ekonomi sendiri menilai ada beberapa kekuatan Indonesia ke depan yaitu satu di jumlah penduduknya sehingga market-nya besar," ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, Kamis (28/5/2020). (Baca Juga : Penerapan New Normal Jadi Prioritas Jangka Panjang Ekonomi RI )

Dia mengatakan banyaknya jumlah penduduk Indonesia juga bisa menjadi peluang besar bagi perdagangan ke depan. Apalagi jika produk-produk Indonesia memiliki daya saing yang tinggi. "Jadi ini mustinya menjadi kekuatan ke depan untuk perdagangan, jadi kita bukan hanya jadi market," kata Erick.

Mantan Bos Inter Milan ini menyebut kelebihan Indonesia lainnya adalah ada pada Sumber Daya Alam (SDA). Harus diakui, kekayaan alam Indonesia masih menjadi salah satu sumber pemasukan negara yang cukup besar. "Lalu yang kedua tentu sumber daya alam kita yang memang pada saat ini ciptaan Allah belum bisa tergantikan," kata Erick.

Kendati demikian, Indonesia juga perlu berhati-hati karena ada beberapa kekurangan yang harus segera dibenahi. Pertama adalah dari sustainble pada rantai pasok hingga pada teknologi.

"Teknologi menjadi sebuah keharusan, yang mana kita berfikir tadinya era disrupsi berjalan tetapi sekarang ini disrupsinya cepat banget. Nah karena itu teknologi sesuatu yang tak bisa kita hindarkan," pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Rekomendasi
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
5 Alasan See You at...
5 Alasan See You at Work Tomorrow Jadi Drakor Romansa Kantor yang Dinantikan
Berita Terkini
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Monitoring Konsumsi...
Monitoring Konsumsi Listrik Kini Jadi Langkah Awal Efisiensi Energi
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved