Jokowi Luncurkan OSS, Pengusaha Muda Berharap UKM Makin Jaya
Senin, 09 Agustus 2021 - 12:59 WIB
loading...
Diluncurkannya OSS Berbasis Risiko diharapkan mampu semakin mendongkrak kinerja UKM nasional. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia hari ini meresmikan Sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko.
Peluncuran program ini disebut sebagai wujud nyata komitmen Presiden Jokowi untuk terus mendorong deregulasi dan debirokratisasi. Peluncuran OSS berbasis risiko ini diharapkan mempermudah dan mempercepat proses perizinan sehingga memudahkan para pelaku usaha, investor dan usaha kecil menengah (UKM).
Baca Juga: Jokowi Resmi Luncurkan OSS Berbasis Risiko: Perizinan UMKM dan Usaha Besar Tak Sama
Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Ajib Hamdani mengapresiasi peluncuran program ini. Dia mengatakan, salah satu faktor daya ungkit pertumbuhan UKM, selain permodalan, adalah tingkat kemudahan melakukan usaha (ease of doing business/EODB). Dalam hal ini Bank Dunia mencatat bahwa Indonesia menempati peringkat ke-73 dari 190 negara.
"Tren yang ada, cukup positif dari tahun 2019 dengan indeks 67,96 kemudian meningkat pada 2020 menjadi 69,6. Dengan terobosan OSS ini, diproyeksikan akan terjadi kenaikan indeks secara konsisten dan peningkatan peringkat dalam EODB," ujar Ajib di Jakarta, Senin (9/8/2021).
Peluncuran program ini disebut sebagai wujud nyata komitmen Presiden Jokowi untuk terus mendorong deregulasi dan debirokratisasi. Peluncuran OSS berbasis risiko ini diharapkan mempermudah dan mempercepat proses perizinan sehingga memudahkan para pelaku usaha, investor dan usaha kecil menengah (UKM).
Baca Juga: Jokowi Resmi Luncurkan OSS Berbasis Risiko: Perizinan UMKM dan Usaha Besar Tak Sama
Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Ajib Hamdani mengapresiasi peluncuran program ini. Dia mengatakan, salah satu faktor daya ungkit pertumbuhan UKM, selain permodalan, adalah tingkat kemudahan melakukan usaha (ease of doing business/EODB). Dalam hal ini Bank Dunia mencatat bahwa Indonesia menempati peringkat ke-73 dari 190 negara.
"Tren yang ada, cukup positif dari tahun 2019 dengan indeks 67,96 kemudian meningkat pada 2020 menjadi 69,6. Dengan terobosan OSS ini, diproyeksikan akan terjadi kenaikan indeks secara konsisten dan peningkatan peringkat dalam EODB," ujar Ajib di Jakarta, Senin (9/8/2021).
Lihat Juga :