Pelatihan Petani dan Penyuluh Gelombang 8 Semakin Semarak
Rabu, 11 Agustus 2021 - 23:27 WIB
loading...
A
A
A
Pelatihan petani dan penyuluh Gelombang 8 dibuka tepat pukul 10.15 WIB oleh Kepala Badan Pengembangan dan Penyuluhan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi.
Dalam paparan materinya, Dedi kembali mengingatkan kepada para peserta pelatihan terkait pemupukan nasional. Menurutnya, pemupukan dengan jumlah yang tepat akan mengefisienkan biaya tanam.
"Pemanfaatan pupuk organik yang merupakan alternatif pupuk kimia akan memberikan dampak yang baik untuk lingkungan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani," tuturnya.
Dedi menambahkan, kunci untuk meningkatkan daya saing adalah kompetisi produk Indonesia dan produk lain dengan produktivitas dan inovasi teknologi.
"Untuk saat ini, yang paling berpengaruh untuk meningkatkan produktivitas adalah varietas unggul dan pupuk berimbang,” ujar Dedi.
Peserta yang mengikuti Gelombang ke-8 meliputi area wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo mencakup 47 kabupaten dan kota, yang tersebar di 970 BPP Kostratani.
Melalui pendaftaran diperoleh jumlah peserta penyuluh sebanyak 4.242 orang, peserta petani sebanyak 182.734 sementara peserta insan pertanian lainnya sebanyak 3.531 orang jumlah keseluruhan peserta yang terjaring mencapai 190.507 orang peserta lebih besar dari target yang diperkirakan.
Dalam paparan materinya, Dedi kembali mengingatkan kepada para peserta pelatihan terkait pemupukan nasional. Menurutnya, pemupukan dengan jumlah yang tepat akan mengefisienkan biaya tanam.
"Pemanfaatan pupuk organik yang merupakan alternatif pupuk kimia akan memberikan dampak yang baik untuk lingkungan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani," tuturnya.
Dedi menambahkan, kunci untuk meningkatkan daya saing adalah kompetisi produk Indonesia dan produk lain dengan produktivitas dan inovasi teknologi.
"Untuk saat ini, yang paling berpengaruh untuk meningkatkan produktivitas adalah varietas unggul dan pupuk berimbang,” ujar Dedi.
Peserta yang mengikuti Gelombang ke-8 meliputi area wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo mencakup 47 kabupaten dan kota, yang tersebar di 970 BPP Kostratani.
Melalui pendaftaran diperoleh jumlah peserta penyuluh sebanyak 4.242 orang, peserta petani sebanyak 182.734 sementara peserta insan pertanian lainnya sebanyak 3.531 orang jumlah keseluruhan peserta yang terjaring mencapai 190.507 orang peserta lebih besar dari target yang diperkirakan.
Lihat Juga :