Pertamina Gas Kalimantan Area Gelar Pelestarian Ekosistem Mangrove
Kamis, 12 Agustus 2021 - 12:13 WIB
loading...
A
A
A
Bekantan merupakan satwa endemik Kalimantan yang menghadapi risiko kepunahan terbesar di alam liar dibandingkan jenis fauna lainnya. Kerusakan habitat bekantan terutama mangrove, mengakibatkan populasi Bekantan semakin menurun.
Berdasarkan IUCN (International Union for Conservation of Nature), CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, status konservasi Nasalis Larvatus (Bekantan) termasuk dalam kriteria perlindungan karena terancam punah (endangered).
Data monitoring Balai TNK 2021 di wilayah penanaman Mangrove Pertamina Gas menyebutkan, terdapat peningkatan populasi Bekantan dengan tingkat dominasi sebesar 23,08% dibandingkan dengan data monitoring pada 2020 dimana tidak ditemukan populasi Bekantan. Sejalan dengan hal tersebut, keberadaan jenis pohon Sonneratia yang merupakan pohon pakan Bekantan menjadi salah satu faktor keberadaan satwa Nasalis Larvatus (Bekantan).
Persada Agussetia Sitepu, Kepala Balai Taman Nasional Kutai, menyampaikan harapannya sehubungan dengan kegiatan penanaman mangrove dengan Pertagas.
Baca Juga: Kasih Izin China Investasi Bangun Rumah Sakit, Luhut: Tidak Bisa Melawan Pandemi Sendirian
Berdasarkan IUCN (International Union for Conservation of Nature), CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, status konservasi Nasalis Larvatus (Bekantan) termasuk dalam kriteria perlindungan karena terancam punah (endangered).
Data monitoring Balai TNK 2021 di wilayah penanaman Mangrove Pertamina Gas menyebutkan, terdapat peningkatan populasi Bekantan dengan tingkat dominasi sebesar 23,08% dibandingkan dengan data monitoring pada 2020 dimana tidak ditemukan populasi Bekantan. Sejalan dengan hal tersebut, keberadaan jenis pohon Sonneratia yang merupakan pohon pakan Bekantan menjadi salah satu faktor keberadaan satwa Nasalis Larvatus (Bekantan).
Persada Agussetia Sitepu, Kepala Balai Taman Nasional Kutai, menyampaikan harapannya sehubungan dengan kegiatan penanaman mangrove dengan Pertagas.
Baca Juga: Kasih Izin China Investasi Bangun Rumah Sakit, Luhut: Tidak Bisa Melawan Pandemi Sendirian
Lihat Juga :