alexametrics

Mentan Pastikan Produksi Bawang Merah Melimpah

loading...
Mentan Pastikan Produksi Bawang Merah Melimpah
Kabupaten Bima, NTT, didorong untuk menjadi daerah penyangga pangan nasional, khususnya komoditas bawang merah. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya bawang merah di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), guna memastikan produksi atau ketersediaan cukup sehingga kebutuhan dalam negeri bisa dipenuhi sendiri.

"Saya meminta jajaran Kementerian Pertanian untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah guna mewujudkan NTB menjadi penyangga pangan nasional. Oleh karna itu, kinerja pertanian harus dimasifkan sehingga produksi komoditas andalan NTB seperti bawang, jagung dan padi meningkat," ujar Syahrul di Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Syahrul berkomitmen untuk menggenjot produksi pangan, sehingga Kabupaten Bima menjadi penyangga pangan nasional, khususnya bawang merah. Bima dan NTB akan menurutnya akan menjadi contoh penyangga pangan nasional terutama padi, jagung dan bawang merah.



(Baca Juga: Barantan Kementan Tahan 36 Ton Bawang Merah Impor Ilegal)

Luas tanam bawang merah di Kabupaten Bima mencapai 11.000 hektare (ha). Di saat pandemi Covid-19 ini, Syahrul menyebutkan, sektor pertanian, salah satunya komoditas bawang merah, merupakan sektor yang menjanjikan di tengah melemahnya perekonomian saat ini.

Lebih lanjut, Syahrul meminta pemerintah daerah bersama para petani untuk menyusun langkah manajemen yang baik. Pengembangan pertanian NTB menurutnya harus didukung dengan sistem pengairan yang bagus dan kerja sama dalam membantu petani, salah satunya dengan memanfaatkan fasilitas dari pemerintah berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Bawang sedang naik daun, namun harga itu bisa naik turun sehingga kita harus punya manajemen yang bagus. Untuk jagung dryer harus diperkuat, sehingga kita harus atur penyimpanan yang bagus. Kalau perlu ambil modal dari KUR untuk setiap kabupaten," tandasnya.
(fai)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top