Shell Harus Bayar Ganti Rugi Lebih dari USD111 Juta untuk Tumpahan Minyak 50 Tahun Lalu

Jum'at, 13 Agustus 2021 - 11:51 WIB
loading...
Shell Harus Bayar Ganti...
Perusahaan raksasa minyak, Shell harus membayar ganti rugi kepada sebuah komunitas di Nigeria sebesar lebih dari USD111 juta terkait tumpakan minyak 50 tahun yang lalu. Foto/Dok Reuters
A A A
ABUJA - Perusahaan raksasa minyak, Shell harus membayar ganti rugi kepada sebuah komunitas di Nigeria sebesar lebih dari USD111 juta terkait tumpakan minyak 50 tahun yang lalu. Meski begitu Shell tetap membantah tumpahan minyak yang terjadi pada tahun 1970-an di Nigeri.

Dikutip dari BBC, seorang juru bicara mengatakan pembayaran itu akan menandai "penyelesaian penuh dan terakhir" kepada komunitas Ejama-Ebubu atas tumpahan minyak selama Perang Biafran 1967 hingga 1970.

Baca Juga: Gara-Gara Tumpahan Minyak di Perairan Karawang, KKP Panggil Pertamina

Sementara itu Shell tetap mempertahankan argumennya, bahwa kerusakan disebabkan oleh pihak ketiga. Pengadilan Nigeria mendenda Shell setara dengan USD41.36 juta pada tahun 2010, tetapi Shell memilih mengajukan banding yang berakhir gagal.

Tahun lalu, Mahkamah Agung di negara itu mengatakan bahwa, dengan bunga, denda yang terutang oleh perusahaan tercatat 10 kali lebih besar dari penilaian awal. Meski begitu Shell membantah hal ini. Kasus ini pertama kali mencuat pada tahun 1991, silam.

Shell sebelumnya mengatakan, tidak diberi kesempatan untuk membela diri terhadap klaim, dan memilih menempuh jalan arbitrase internasional untuk penyelesaian kasus pada awal tahun ini.

"Mereka kehabisan trik dan memutuskan untuk berdamai," kata pengacara Lucius Nwosa, yang mewakili komunitas lokal, seperti dikutip kantor berita AFP.

"Keputusan tersebut merupakan penegasan masyarakat untuk keadilan," ungkapnya.

Sementara kasus ini berawal dari beberapa dekade yang lalu, dimana polusi dari pipa minyak yang bocor terus menjadi masalah utama di Niger Delta.

Baca Juga: Shell Indonesia Dukung Implementasi Biodiesel B30

Pada awal tahun ini dalam kasus yang terpisah, pengadilan banding Belanda memutuskan bahwa cabang Nigeria Shell bertanggung jawab atas kerusakan yang disebabkan oleh kebocoran di Delta Niger dari tahun 2004 hingga 2007.

Pengadilan memerintahkan Shell Nigeria untuk membayar kompensasi kepada petani Nigeria, sementara anak perusahaan dan perusahaan induk anglo-Belanda disuruh memasang peralatan yang bisa mencegah kerusakan di masa depan.

Sekelompok petani yang membawa kasus ini pada tahun 2008, menuduh bahwa polusi yang terjadi terus meluas. Sedangkan Shell berpendapat bahwa kebocoran tersebut merupakan hasil dari "sabotase".
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo Energy dan BP per 22 Juni 2026
Shell dan TotalEnergies...
Shell dan TotalEnergies Hentikan Pasokan LNG Qatar, Pasar Energi Global Tertekan
Sah! 4 SPBU Swasta Dapat...
Sah! 4 SPBU Swasta Dapat Pasokan BBM dari Pertamina, Shell Masuk Bulan Ini
Mengenal Certificate...
Mengenal Certificate of Origin, Dokumen Kejelasan Asal Impor BBM yang Tak Bisa Dipenuhi Pertamina ke SPBU Swasta
Tak Sesuai Spek, Seluruh...
Tak Sesuai Spek, Seluruh SPBU Swasta Tolak Beli BBM dari Pertamina
SPBU Swasta Sudah Bisa...
SPBU Swasta Sudah Bisa Manfaatkan Kargo Impor BBM Pertamina, Ini Spesifikasinya
Jadwal Timnas Inggris...
Jadwal Timnas Inggris vs Kosta Rika dan Portugal vs Nigeria Live di VISION+
Skandal Umur Politisi...
Skandal Umur Politisi Mungil Ini Hebohkan Nigeria, Berusia 30 atau 16 Tahun?
Sejumlah Pemotor Luka-luka...
Sejumlah Pemotor Luka-luka Gegara Tumpahan Cairan Minyak di Jalan Jenderal Sudirman Tangerang
Rekomendasi
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Afrika Selatan Tersingkir,...
Afrika Selatan Tersingkir, Kanada Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Infografis
Tidak Gratis! Ukraina...
Tidak Gratis! Ukraina Harus Bayar Senjata dari Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved