Pembibitan Mangrove Untungkan Masyarakat Secara Ekonomi
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 21:27 WIB
loading...
Penanaman bibit mangrove di Sumatera Utara dilakukan di Desa Alur Cempedak, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) bersama BPDASHL mendorong penanaman bibit mangrove melalui kelompok masyarakat untuk menggerakan perekonomin masyarakat .
Salah satunya penanaman bibit mangrove di Sumatera Utara dilakukan di Desa Alur Cempedak, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat. Di desa ini terdapat tiga kelompok masyarakat pelaksana rehabilitasi mangrove, diantaranya Kelompok Maju Pelawi, Tunas Baru dan Sepakat Berkarya, dengan luasan areal tanam masing-masing sekitar 200 hektare, 195 hektare, dan 200 hektare. Tiap kelompok mengerjakan penanaman di titik koordinat yang berbeda.
Ketua Kelompok Maju Pelawi, M. Solihin mengatakan program ini dimulai sejak April 2021. Namun, proses penanaman bibit mangrove di bulan Mei 2021. “Kelompok mulai tanam di bulan Mei 2021,” kata Solihin di Jakarta, Jumat (13/8/2021).
Baca Juga :Garuda Indonesia Genjot Pendapatan Melalui Penerbangan Kargo
Saat ini, kata Solihin, proses penanaman mangrove yang dilaksanakan kelompoknya telah berhasil menanam bibit di areal mangrove seluas 76 hektare. Penanaman akan terus dilakukan, meskipun medannya cukup sulit dan perlu kerja keras mengingat berada di pinggir laut lepas.
Kelompok sebelumnya telah menggalakkan rehabilitasi mengrove sejak 2019. Kegiatannya masih bersifat persemaian bibit mangrove dan penanamannnya juga dilakukan secara swadaya.
Salah satunya penanaman bibit mangrove di Sumatera Utara dilakukan di Desa Alur Cempedak, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat. Di desa ini terdapat tiga kelompok masyarakat pelaksana rehabilitasi mangrove, diantaranya Kelompok Maju Pelawi, Tunas Baru dan Sepakat Berkarya, dengan luasan areal tanam masing-masing sekitar 200 hektare, 195 hektare, dan 200 hektare. Tiap kelompok mengerjakan penanaman di titik koordinat yang berbeda.
Ketua Kelompok Maju Pelawi, M. Solihin mengatakan program ini dimulai sejak April 2021. Namun, proses penanaman bibit mangrove di bulan Mei 2021. “Kelompok mulai tanam di bulan Mei 2021,” kata Solihin di Jakarta, Jumat (13/8/2021).
Baca Juga :Garuda Indonesia Genjot Pendapatan Melalui Penerbangan Kargo
Saat ini, kata Solihin, proses penanaman mangrove yang dilaksanakan kelompoknya telah berhasil menanam bibit di areal mangrove seluas 76 hektare. Penanaman akan terus dilakukan, meskipun medannya cukup sulit dan perlu kerja keras mengingat berada di pinggir laut lepas.
Kelompok sebelumnya telah menggalakkan rehabilitasi mengrove sejak 2019. Kegiatannya masih bersifat persemaian bibit mangrove dan penanamannnya juga dilakukan secara swadaya.
Lihat Juga :