BBM Satu Harga Jadi Kado Pertamina untuk Indonesia Merdeka Energi
Minggu, 15 Agustus 2021 - 18:42 WIB
loading...
A
A
A
Distribusi BBM ke Seko dilakukan dengan mobil tanki sejauh total 187 KM dari Terminal BBM Palopo di Bua. Kondisi jalanan yang rusak mengakibatkan BBM harus dipindahkan ke dalam drum yang kemudian diangkut dengan pick up dan truk double gardan.
Seringkali longsor dan jalanan berlumpur akibat hujan menunda waktu BBM tiba menjadi 4-6 hari, dari kondisi normal hanya sehari. Tak ayal awak transportir BBM sering menginap di jalan dan membawa bekal berlebih untuk mempersiapkan semua kemungkinan.
Baca Juga: BNI-Pertamina Gandeng UMKM Ansor Genjot Pertashop dan Agen46
Sebelum ada SPBU BBM Satu Harga di Seko, SPBU terdekat terdapat di Sabbang dengan jarak 118 KM dari Seko, sehingga harga BBM bisa mencapai Rp 25.000,- hingga Rp 30.000,- per liter. Sejak beroperasi pada Juni 2021, konsumsi BBM mencapai 20 kilo liter untuk Premium dan 20 kilo liter untuk Biosolar.
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengapresiasi langkah yang dilakukan Pertamina. Ia mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan Pertamina, BPH Migas dan Kementerian ESDM untuk mempercepat proses SPBU ini agar segera menekan harga bahan pokok yang melambung sangat mahal di Seko.
“Dulu di Seko ini paling murah harga untuk premium itu Rp 25.000 per liternya. Sekarang dengan adanya SPBU Satu Harga ini harganya Rp 6.450,- per liternya. Kalau bio solar sebelum ada SPBU juga mahal, bisa sampai Rp 30.000, sekarang masyarakat kita di Seko bisa beli Rp5.150 saja per liter," ujarnya.
Seringkali longsor dan jalanan berlumpur akibat hujan menunda waktu BBM tiba menjadi 4-6 hari, dari kondisi normal hanya sehari. Tak ayal awak transportir BBM sering menginap di jalan dan membawa bekal berlebih untuk mempersiapkan semua kemungkinan.
Baca Juga: BNI-Pertamina Gandeng UMKM Ansor Genjot Pertashop dan Agen46
Sebelum ada SPBU BBM Satu Harga di Seko, SPBU terdekat terdapat di Sabbang dengan jarak 118 KM dari Seko, sehingga harga BBM bisa mencapai Rp 25.000,- hingga Rp 30.000,- per liter. Sejak beroperasi pada Juni 2021, konsumsi BBM mencapai 20 kilo liter untuk Premium dan 20 kilo liter untuk Biosolar.
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengapresiasi langkah yang dilakukan Pertamina. Ia mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan Pertamina, BPH Migas dan Kementerian ESDM untuk mempercepat proses SPBU ini agar segera menekan harga bahan pokok yang melambung sangat mahal di Seko.
“Dulu di Seko ini paling murah harga untuk premium itu Rp 25.000 per liternya. Sekarang dengan adanya SPBU Satu Harga ini harganya Rp 6.450,- per liternya. Kalau bio solar sebelum ada SPBU juga mahal, bisa sampai Rp 30.000, sekarang masyarakat kita di Seko bisa beli Rp5.150 saja per liter," ujarnya.
(agn)
Lihat Juga :