PM Malaysia Mundur, Ringgit Jatuh ke Level Terendah
Senin, 16 Agustus 2021 - 19:37 WIB
loading...
A
A
A
Seperti diketahui, Muhyiddin belum memiliki pengganti yang jelas. Kabinetnya yang ikut serta mengundurkan diri hari ini, membuat investor khawatir kebuntuan politik dapat menunda limit batas utang negara dan menghambat pengeluaran yang dibutuhkan ketika badai pandemi Covid-19 mengamuk di negara beribukota Kuala Lumpur itu.
Persepsi investor terhadap kestabilan politik Malaysia dipandang perlu mengingat asing memegang 40 persen dari utang negara di Malaysia. Dana asing dilaporkan telah kabur karena pandemi dan ketidakstabilan politik dalam negeri. Hal ini kemudian mengganggu langkah perencanaan ekonomi pemerintah dan menunda upaya reformasi pajak.
Untuk diketahui, indeks bursa Malaysia FBM KLCI turun -2,21 poin atau 0,15% menjadi 1,502,9 pada hari ini, melansir The Edge Market (16/8). Menilik laporan berita Bernama (16/8), penutupan ini masih berada di atas level psikologis 1500. Sementara itu, total nilai transaksi terpantau meningkat menjadi 5,03 miliar ringgit dari penutupan sebelumnya Jumat yang mencapai 3,56 miliar ringgit.
Baca juga: Resmi! Tarif Tes PCR Terbaru Rp495.000 untuk Jawa-Bali dan Rp525.000 Luar Jawa-Bali
Diketahui arus modal asing keluar selama 2 tahun lebih berturut-turut mencapai 8% sepanjang tahun, tertinggal dari negara tetangga yakni Indonesia, Thailand, dan Singapura yang masing-masing justru meningkat 1 persen, 5 persen, dan 11 persen.
"Ketidakpastian kemungkinan akan membebani kinerja aset mata uang lokal dan ringgit dalam waktu dekat," kata analis Citi sembari menyebut imbal hasil 10-tahun saat ini sekitar 3,23 persen dapat menguat di atas 3,4 persen dalam beberapa pekan mendatang.
Persepsi investor terhadap kestabilan politik Malaysia dipandang perlu mengingat asing memegang 40 persen dari utang negara di Malaysia. Dana asing dilaporkan telah kabur karena pandemi dan ketidakstabilan politik dalam negeri. Hal ini kemudian mengganggu langkah perencanaan ekonomi pemerintah dan menunda upaya reformasi pajak.
Untuk diketahui, indeks bursa Malaysia FBM KLCI turun -2,21 poin atau 0,15% menjadi 1,502,9 pada hari ini, melansir The Edge Market (16/8). Menilik laporan berita Bernama (16/8), penutupan ini masih berada di atas level psikologis 1500. Sementara itu, total nilai transaksi terpantau meningkat menjadi 5,03 miliar ringgit dari penutupan sebelumnya Jumat yang mencapai 3,56 miliar ringgit.
Baca juga: Resmi! Tarif Tes PCR Terbaru Rp495.000 untuk Jawa-Bali dan Rp525.000 Luar Jawa-Bali
Diketahui arus modal asing keluar selama 2 tahun lebih berturut-turut mencapai 8% sepanjang tahun, tertinggal dari negara tetangga yakni Indonesia, Thailand, dan Singapura yang masing-masing justru meningkat 1 persen, 5 persen, dan 11 persen.
"Ketidakpastian kemungkinan akan membebani kinerja aset mata uang lokal dan ringgit dalam waktu dekat," kata analis Citi sembari menyebut imbal hasil 10-tahun saat ini sekitar 3,23 persen dapat menguat di atas 3,4 persen dalam beberapa pekan mendatang.
Lihat Juga :