Gara-Gara Corona, Jutaan Orang di Pulau Jawa Terancam Jatuh Miskin
Jum'at, 29 Mei 2020 - 14:39 WIB
loading...
Sebanyak 2,13 juta orang di Pulau Jawa terancam jatuh miskin tahun ini akibat dampak opandemi virus corona. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksi angka kemiskinan secara nasional akan terus bertambah akibat pandemi virus corona (Covid-19). Penduduk miskin di Pulau Jawa diprediksi bertambah 2,13 juta orang pada tahun ini dalam skenario sangat berat.
Sementara untuk skenario berat, angka penduduk miskin hanya akan bertambah 0,64 juta orang. Direktur Dana Transfer Khusus Ditjen Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu Putut Hari Satyaka mengatakan, peningkatan jumlah penduduk miskin di Pulau Jawa terbanyak di antara pulau lainnya karena Jawa menjadi pusat penyebaran virus corona.
"Sementara angka kemiskinan di Pulau Sumatera diprediksi naik 0,85 juta orang dalam skenario sangat berat dan 0,28 juta orang dalam skenario berat," kata Putut di Jakarta, Jumat (29/5/2020).
(Baca Juga: Dihantam Corona, Kemiskinan di Pangkalpinang Naik 100%)
Dia melanjutkan, untuk Pulau Bali dan Nusa Tenggara, angka kemiskinan dalam skenario sangat berat naik 0,25 juta orang dan skenario berat naik 0,07 juta orang. Sementara di Sulawesi untuk skenario sangat berat naik 0,24 juta orang dan skenario berat naik 0,07 juta orang.
Sementara untuk skenario berat, angka penduduk miskin hanya akan bertambah 0,64 juta orang. Direktur Dana Transfer Khusus Ditjen Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu Putut Hari Satyaka mengatakan, peningkatan jumlah penduduk miskin di Pulau Jawa terbanyak di antara pulau lainnya karena Jawa menjadi pusat penyebaran virus corona.
"Sementara angka kemiskinan di Pulau Sumatera diprediksi naik 0,85 juta orang dalam skenario sangat berat dan 0,28 juta orang dalam skenario berat," kata Putut di Jakarta, Jumat (29/5/2020).
(Baca Juga: Dihantam Corona, Kemiskinan di Pangkalpinang Naik 100%)
Dia melanjutkan, untuk Pulau Bali dan Nusa Tenggara, angka kemiskinan dalam skenario sangat berat naik 0,25 juta orang dan skenario berat naik 0,07 juta orang. Sementara di Sulawesi untuk skenario sangat berat naik 0,24 juta orang dan skenario berat naik 0,07 juta orang.
Lihat Juga :