Optimistis, Menko Airlangga: Perekonomian RI Bertumbuh 5%-5,5% Tahun Depan
Senin, 16 Agustus 2021 - 22:33 WIB
loading...
A
A
A
"Penyaluran KUR pada masa pandemi menurun tajam, dari sebesar Rp18,99 T pada Maret 2020 menjadi hanya sebesar Rp4,76 T pada Mei 2020. Namun, penyaluran KUR pada 2021 meningkat kembali, dengan penyaluran Rp25,47 T pada Maret 2021 dan Rp6,83 T pada Mei 2021," kata Airlangga.
"Realisasi penyaluran KUR meningkat pada 2020 yakni 31 Desember 2020 sebesar Rp198,53 triliun atau 104,49% dari target 2020 sebesar Rp190 triliun,” tambah Airlangga.
Realisasi KUR Januari 2021 sampai dengan 2 Agustus 2021 sebesar Rp148,08 atau 58 53% dari target tahun 2021 sebesar Rp253 triliun dan diberikan kepada 3,99 juta debitur, sehingga total Outstanding KUR sejak Agustus 2015 sebesar Rp272,81 triliun dengan NPL sebesar 1,02%.
“Sektor UMKM ini sangat membantu perekonomian nasional,” tegas Airlangga.
Namun, pandemi Covid-19 diakui juga meningkatkan angka kemiskinan dari 24,79 juta orang (9,22persen) pada September 2019 menjadi 21,55 juta orang (10,19%) pada September 2020, dengan penambahan jumlah orang miskin sebanyak 2,76 juta orang.
"Namun, pada Maret 2021 mulai menurun 0,01 juta orang (0,05%) menjadi 27,54 juta orang (10,14%). Tingkat kemiskinan penduduk perkotaan pada Maret 2021 mencapai 7,89% atau naik sebanyak 0,14 juta orang, sedangkan tingkat kemiskinan penduduk perdesaan mencapai 13,10% atau turun sebanyak 0,14 juta orang,” ungkap Airlangga.
Garis Kemiskinan (GK) pada Maret 2021 naik menjadi Rp472.525 dimana komoditi makanan menyumbang 74% terhadap GK. Komoditas makanan yang menyumbang terbesar, yaitu beras (20%-24%) dan rokok kretek filter (11%-12%).
"Realisasi penyaluran KUR meningkat pada 2020 yakni 31 Desember 2020 sebesar Rp198,53 triliun atau 104,49% dari target 2020 sebesar Rp190 triliun,” tambah Airlangga.
Realisasi KUR Januari 2021 sampai dengan 2 Agustus 2021 sebesar Rp148,08 atau 58 53% dari target tahun 2021 sebesar Rp253 triliun dan diberikan kepada 3,99 juta debitur, sehingga total Outstanding KUR sejak Agustus 2015 sebesar Rp272,81 triliun dengan NPL sebesar 1,02%.
“Sektor UMKM ini sangat membantu perekonomian nasional,” tegas Airlangga.
Namun, pandemi Covid-19 diakui juga meningkatkan angka kemiskinan dari 24,79 juta orang (9,22persen) pada September 2019 menjadi 21,55 juta orang (10,19%) pada September 2020, dengan penambahan jumlah orang miskin sebanyak 2,76 juta orang.
"Namun, pada Maret 2021 mulai menurun 0,01 juta orang (0,05%) menjadi 27,54 juta orang (10,14%). Tingkat kemiskinan penduduk perkotaan pada Maret 2021 mencapai 7,89% atau naik sebanyak 0,14 juta orang, sedangkan tingkat kemiskinan penduduk perdesaan mencapai 13,10% atau turun sebanyak 0,14 juta orang,” ungkap Airlangga.
Garis Kemiskinan (GK) pada Maret 2021 naik menjadi Rp472.525 dimana komoditi makanan menyumbang 74% terhadap GK. Komoditas makanan yang menyumbang terbesar, yaitu beras (20%-24%) dan rokok kretek filter (11%-12%).
Lihat Juga :