Gawat, Ekonom Sebut Ada Risiko Kembali Resesi di Kuartal III/2021
Rabu, 18 Agustus 2021 - 11:08 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, syarat seperti menunjukkan sertifikat vaksin untuk masuk mal, sementara tingkat vaksinasi nasional baru di kisaran 20% akan membuat jumlah pengunjung mal sangat terbatas.
Baca Juga: Bandara Kabul Kacau, Beberapa Orang Jatuh Saat Bergelantung di Roda Pesawat
"Dari sisi ekspor sebelumnya sempat tumbuh tinggi di kuartal II, tapi diperkirakan kembali rendah pada kuartal III. Lonjakan varian delta yang memicu lockdown atau partial lockdown di beberapa negara mitra dagang utama akan menurunkan permintaan bahan baku dari Indonesia," ujarnya.
Bhima mencatat, jumlah penjualan ritel China bulan Juli hanya naik 8,5% lebih rendah dari bulan Juni yakni tumbuh 12,1%. Output industri di China juga tergerus menjadi naik 6,4% dibanding Juni 8,3%.
"Data-data ini perlu diperhatikan sebagai sinyal pasar ekspor ke China mungkin akan mengalami penurunan sepanjang kuartal III. China menyumbang sebesar 22% dari total ekspor, sehingga neraca dagang secara keseluruhan mungkin terpengaruh," jelasnya.
Baca Juga: Bandara Kabul Kacau, Beberapa Orang Jatuh Saat Bergelantung di Roda Pesawat
"Dari sisi ekspor sebelumnya sempat tumbuh tinggi di kuartal II, tapi diperkirakan kembali rendah pada kuartal III. Lonjakan varian delta yang memicu lockdown atau partial lockdown di beberapa negara mitra dagang utama akan menurunkan permintaan bahan baku dari Indonesia," ujarnya.
Bhima mencatat, jumlah penjualan ritel China bulan Juli hanya naik 8,5% lebih rendah dari bulan Juni yakni tumbuh 12,1%. Output industri di China juga tergerus menjadi naik 6,4% dibanding Juni 8,3%.
"Data-data ini perlu diperhatikan sebagai sinyal pasar ekspor ke China mungkin akan mengalami penurunan sepanjang kuartal III. China menyumbang sebesar 22% dari total ekspor, sehingga neraca dagang secara keseluruhan mungkin terpengaruh," jelasnya.
(fai)
Lihat Juga :