Peningkatan Harga Nikel Bikin NICL Pede, Laba Tahun 2020 Naik 36,6%
Rabu, 18 Agustus 2021 - 12:07 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, NICL mencatatkan nilai hutang sebesar Rp.82,9 miliar atau lebih tinggi sebesar 11,7% dari yang tercatat di posisi laporan keuangan in house 2020.
Baca Juga: Pemerintah Terima Bantuan Oksigen dari Perusahaan Smelter Nikel VDNI-OSS
Peningkatan ini terjadi karena adanya peningkatan posisi hutang jangka pendek yaitu sebesar 12,3% dari Rp.69,8 miliar menjadi Rp.78,4 miliar. Pada posisi ekuitas NICL mencatatkan nilai ekuitas sebesar Rp.106,7 miliar, lebih tinggi sebesar 4,7% dari posisi inhouse 2020.
“Perseroan berkeyakinan kinerja operasional pada tahun 2021 akan lebih meningkat dibandingkan dengan tahun 2020. Selain itu kinerja operasional diperkuat oleh semakin meningkatnya harga nikel di tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020,” tambah Suhartono, Corporate Secretary NICL.
Baca Juga: Pemerintah Terima Bantuan Oksigen dari Perusahaan Smelter Nikel VDNI-OSS
Peningkatan ini terjadi karena adanya peningkatan posisi hutang jangka pendek yaitu sebesar 12,3% dari Rp.69,8 miliar menjadi Rp.78,4 miliar. Pada posisi ekuitas NICL mencatatkan nilai ekuitas sebesar Rp.106,7 miliar, lebih tinggi sebesar 4,7% dari posisi inhouse 2020.
“Perseroan berkeyakinan kinerja operasional pada tahun 2021 akan lebih meningkat dibandingkan dengan tahun 2020. Selain itu kinerja operasional diperkuat oleh semakin meningkatnya harga nikel di tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020,” tambah Suhartono, Corporate Secretary NICL.
(akr)
Lihat Juga :