IMF Tutup Akses Afghanistan Mengambil Dana Pinjaman Senilai USD370 Juta
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 10:35 WIB
loading...
A
A
A
"Potensi alokasi SDR untuk menyediakan hampir setengah miliar dolar dalam likuiditas tanpa syarat kepada rezim dengan sejarah mendukung tindakan teroris terhadap Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya sangat memperihatinkan," tulis surat itu.
Sebelumnya, Gubernur Bank Sentral Afghanistan mengatakan AS telah memotong akses ke asetnya senilai sekitar USD7 miliar yang di antaranya tertahan di Federal Reserve AS.
Ajmal Ahmady, yang melarikan diri dari negara itu pada akhir pekan lalu, men-tweeted bahwa total cadangan Da Afghanistan Bank adalah sekitar USD9 miliar pada minggu lalu.
Tetapi dia mengatakan sesuai standar internasional, sebagian besar dipegang dalam aset likuid yang aman seperti obligasi Treasury AS dan emas di luar negeri.
"Mengingat bahwa Taliban masih dalam daftar sanksi internasional, diharapkan (dikonfirmasi?) bahwa aset semacam itu akan dibekukan dan tidak dapat diakses oleh Taliban," tulis Ahmady di Twitter.
"Kita dapat mengatakan dana yang dapat diakses oleh Taliban mungkin 0,1-0,2% dari total cadangan internasional Afghanistan. Tidak banyak," sambungnya.
Ahmady menambahkan, bahwa pengiriman dolar telah ditangguhkan oleh Washington yang menyebabkan mata uang Afghanistan terdepresiasi. Mata uang Afghanistan, Afghani telah jatuh ke rekor terendah.
"Saya percaya bank-bank lokal telah mengatakan kepada nasabah, bahwa mereka tidak dapat mengembalikan dolar mereka – karena (Da Afghanistan Bank) belum memasok bank dengan dolar," tweetnya.
Sebelumnya, Gubernur Bank Sentral Afghanistan mengatakan AS telah memotong akses ke asetnya senilai sekitar USD7 miliar yang di antaranya tertahan di Federal Reserve AS.
Ajmal Ahmady, yang melarikan diri dari negara itu pada akhir pekan lalu, men-tweeted bahwa total cadangan Da Afghanistan Bank adalah sekitar USD9 miliar pada minggu lalu.
Tetapi dia mengatakan sesuai standar internasional, sebagian besar dipegang dalam aset likuid yang aman seperti obligasi Treasury AS dan emas di luar negeri.
"Mengingat bahwa Taliban masih dalam daftar sanksi internasional, diharapkan (dikonfirmasi?) bahwa aset semacam itu akan dibekukan dan tidak dapat diakses oleh Taliban," tulis Ahmady di Twitter.
"Kita dapat mengatakan dana yang dapat diakses oleh Taliban mungkin 0,1-0,2% dari total cadangan internasional Afghanistan. Tidak banyak," sambungnya.
Ahmady menambahkan, bahwa pengiriman dolar telah ditangguhkan oleh Washington yang menyebabkan mata uang Afghanistan terdepresiasi. Mata uang Afghanistan, Afghani telah jatuh ke rekor terendah.
"Saya percaya bank-bank lokal telah mengatakan kepada nasabah, bahwa mereka tidak dapat mengembalikan dolar mereka – karena (Da Afghanistan Bank) belum memasok bank dengan dolar," tweetnya.
Lihat Juga :