Sektor Perbankan Dinilai Paling Siap Terapkan New Normal
Jum'at, 29 Mei 2020 - 20:56 WIB
loading...
A
A
A
Aviliani melanjutkan, new normal juga memberikan peluang baru, dimana sekarang ini penggunaan produk dalam negeri semakin gencar dilakukan. Bahkan beberapa negara sudah mulai mencari substitusi impor.
"Ini sudah terjadi di beberapa negara seperti Jepang yang sudah mengurangi ketergantungan impor terhadap China. Supply chain Indonesia masih rendah sehingga ini yang harus dibenahi," tuturnya.
Menurut dia, new normal ini akan mengubah segala hal, mulai dari pasar, tingkah laku, dan strategi pemasaran yang harus diantisipasi semua sektor usaha. Di sisi lain, law enforcement juga penting. Pemerintah harus melibatan aparat yang paling kecil agar new normal ini bisa berjalan efektif.
"New normal ini harus hati-hati karena kalau kita lihat kasusnya belum menurun signifikan. Kalau dunia usaha ditanya siap atau tidak, tentu dunia usaha siap saja. Namun perlu disiapkan tata aturan baru karena akan berbeda dengan yang lalu. Ini yang saya lihat belum terjadi," ungkapnya.
"Ini sudah terjadi di beberapa negara seperti Jepang yang sudah mengurangi ketergantungan impor terhadap China. Supply chain Indonesia masih rendah sehingga ini yang harus dibenahi," tuturnya.
Menurut dia, new normal ini akan mengubah segala hal, mulai dari pasar, tingkah laku, dan strategi pemasaran yang harus diantisipasi semua sektor usaha. Di sisi lain, law enforcement juga penting. Pemerintah harus melibatan aparat yang paling kecil agar new normal ini bisa berjalan efektif.
"New normal ini harus hati-hati karena kalau kita lihat kasusnya belum menurun signifikan. Kalau dunia usaha ditanya siap atau tidak, tentu dunia usaha siap saja. Namun perlu disiapkan tata aturan baru karena akan berbeda dengan yang lalu. Ini yang saya lihat belum terjadi," ungkapnya.
(bon)
Lihat Juga :