Empat Industri Ini Tetap Bertumbuh Saat Pandemi Covid-19
Sabtu, 30 Mei 2020 - 07:23 WIB
loading...
A
A
A
Semakin tingginya permintaan produk kesehatan seperti hand sanitizer dan masker membuat sejumlah produsen beralih memproduksi cairan penghilang kuman ini. Salah satunya produsen produk perawatan tubuh MS Glow. Menurut pemilik MS Glow Shandy Purnamasari, awalnya perusahaannya ikut serta memproduksi hand sanitizer karena prihatin dengan kelangkaan hand sanitizer di pasaran saat awal pandemi lalu.
"Mengapa saya juga ikut memproduksi hand sanitizer? Karena, barang yang langka pada saat itu. Tapi, kita terus melakukan produksi hand sanitizer untuk bisa membantu masyarakat agar tetap mengutamakan pola hidup bersih saat pandemi," sebut Shandy.
Awalnya Sahndy mengaku memproduksi hand sanitizer ini sebagai bentuk donasi untuk membatu para tenaga medis. Namun, melihat respons masyarakat yang cukup baik, Shandy pun mulai memproduksi produk kesehatan ini ke dalam lini bisnis kecantikannya.
"Strategi yang kita gunakan untuk tetap lancar memproduksi hand sanitizer ini adalah memastikan dahulu bahan bakunya tidak ada kendala atau aman terjaga dengan begitu tidak mengganggu proses produksinya," ucap Shandy. (Lihat Videonya: Ucapan Selamat Idul Fitri dari Udara)
Tidak hanya Shandy yang masih merasakan banyaknya peminat hand sanitizer, salah satu produsen masker kain mengaku selama terjadi pandemi sudah memproduksi 2.000 pcs masker kain berbahan oxford.
"Selama corona ini produksi masker masih tetap berjalan. Hanya, saat ini jumlahnya agak sedikit berkurang karena melihat kebutuhan masyarakat yang sudah mulai beralih ke masker medis," sebut pemilik Joyland Souvenir, Kiyat. (Aprilia S Andyna)
"Mengapa saya juga ikut memproduksi hand sanitizer? Karena, barang yang langka pada saat itu. Tapi, kita terus melakukan produksi hand sanitizer untuk bisa membantu masyarakat agar tetap mengutamakan pola hidup bersih saat pandemi," sebut Shandy.
Awalnya Sahndy mengaku memproduksi hand sanitizer ini sebagai bentuk donasi untuk membatu para tenaga medis. Namun, melihat respons masyarakat yang cukup baik, Shandy pun mulai memproduksi produk kesehatan ini ke dalam lini bisnis kecantikannya.
"Strategi yang kita gunakan untuk tetap lancar memproduksi hand sanitizer ini adalah memastikan dahulu bahan bakunya tidak ada kendala atau aman terjaga dengan begitu tidak mengganggu proses produksinya," ucap Shandy. (Lihat Videonya: Ucapan Selamat Idul Fitri dari Udara)
Tidak hanya Shandy yang masih merasakan banyaknya peminat hand sanitizer, salah satu produsen masker kain mengaku selama terjadi pandemi sudah memproduksi 2.000 pcs masker kain berbahan oxford.
"Selama corona ini produksi masker masih tetap berjalan. Hanya, saat ini jumlahnya agak sedikit berkurang karena melihat kebutuhan masyarakat yang sudah mulai beralih ke masker medis," sebut pemilik Joyland Souvenir, Kiyat. (Aprilia S Andyna)
(ysw)
Lihat Juga :