Iklim Investasi Terhalang Pandemi, Obligasi Menjadi Opsi
Kamis, 26 Agustus 2021 - 15:17 WIB
loading...
A
A
A
Handy menjelaskan, kalau berbicara mengenai investasi, itu artinya menunda konsumsi. Harapannya kalau masyarakat berinvestasi mendapatkan return yang lebih tinggi, minimal lebih tinggi dari sisi inflasi.
"Yang menarik dari yang ditawarkan produk oleh sukuk atau obligasi pemerintah ini secara yield masih cukup menarik. Secara risiko juga kita bisa bilang sangat rendah karena risiko kreditnya bisa dibilang nol," tuturnya.
Baca juga: Sigi Wimala Bagikan Video Luna Maya Tidur di Mobil, Netizen: Ngoroknya Orang Cantik
Handy menggambarkan, investor ritel mengalami peningkatan cukup signifikan dan akan terus berlanjut. Hal ini tentu memberikan support untuk pasar obligasi atau sukuk dari goncangan pasar global.
"Saat ini total investor ritel yang beli obligasi sekitar Rp200-an triliun, jadi baru mungkin 4 sampai 5% dari total outstanding, dan kami perkirakan struktur yang ditawarkan oleh pemerintah dengan penawaran yang cukup menarik membuat hal ini akan bisa lebih meningkat lagi ke depannya," tambahnya.
"Yang menarik dari yang ditawarkan produk oleh sukuk atau obligasi pemerintah ini secara yield masih cukup menarik. Secara risiko juga kita bisa bilang sangat rendah karena risiko kreditnya bisa dibilang nol," tuturnya.
Baca juga: Sigi Wimala Bagikan Video Luna Maya Tidur di Mobil, Netizen: Ngoroknya Orang Cantik
Handy menggambarkan, investor ritel mengalami peningkatan cukup signifikan dan akan terus berlanjut. Hal ini tentu memberikan support untuk pasar obligasi atau sukuk dari goncangan pasar global.
"Saat ini total investor ritel yang beli obligasi sekitar Rp200-an triliun, jadi baru mungkin 4 sampai 5% dari total outstanding, dan kami perkirakan struktur yang ditawarkan oleh pemerintah dengan penawaran yang cukup menarik membuat hal ini akan bisa lebih meningkat lagi ke depannya," tambahnya.
(uka)
Lihat Juga :