Sektor Perhotelan dan Restoran Berusaha Bangkit di Tengah Covid
Sabtu, 30 Mei 2020 - 09:29 WIB
loading...
A
A
A
Pasalnya, sampai saat ini masyarakat masih memfokuskan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan kebutuhan rumah tangga akibat dari diberlakukannya PSBB.
"Kalau tidak salah, pada kuartal I kemarin pertumbuhannya di bawah 3%. Jadi, saya kira masih terselamatkan karena masih positif," ungkapnya.
Wahyu pun mengamati pada masa pandemi seperti sekarang ini orang-orang lebih memilih melakukan transaksi pembayaran secara digital. Selain lebih praktis, pembayaran digital juga menghindarkan mereka dari risiko penularan virus lewat uang tunai.
Meski banyak sektor bisnis yang mulai bangkit, tentunya banyak perubahan besar yang akan dialami setelah masa pandemi Covid-19 ini berakhir. Penerapan teknologi digital dirasa menjadi sebuah hal yang hukumnya wajib dilakukan. (Lihat Videonya: Pemerintah Berencana Buka Kembali Tempat Ibadah Secara Bertahap)
"Tentunya semua bisnis sudah harus menyiapkan rencana kontingensi dalam menghadapi krisis pandemi masa depan dari segi digitalisasi proses bisnis, merencanakan cash flow yang lebih kuat, dan memperkuat lagi rantai pasokan. Hal ini semata-mata untuk bisa bertahan dan bangkit kembali," sebut Wahyu.
Wahyu menjelaskan, bukan tidak mungkin akan terjadi perubahan pola kebiasaan baru di masa depan yang memengaruhi banyak aspek seperti dunia usaha. Hal ini bisa menjadi sebuah fenomena pola kerja baru dengan berpusat pada software atau artificial intelligence sebagai dampak dari perubahan zaman. (Aprilia S Andyna)
"Kalau tidak salah, pada kuartal I kemarin pertumbuhannya di bawah 3%. Jadi, saya kira masih terselamatkan karena masih positif," ungkapnya.
Wahyu pun mengamati pada masa pandemi seperti sekarang ini orang-orang lebih memilih melakukan transaksi pembayaran secara digital. Selain lebih praktis, pembayaran digital juga menghindarkan mereka dari risiko penularan virus lewat uang tunai.
Meski banyak sektor bisnis yang mulai bangkit, tentunya banyak perubahan besar yang akan dialami setelah masa pandemi Covid-19 ini berakhir. Penerapan teknologi digital dirasa menjadi sebuah hal yang hukumnya wajib dilakukan. (Lihat Videonya: Pemerintah Berencana Buka Kembali Tempat Ibadah Secara Bertahap)
"Tentunya semua bisnis sudah harus menyiapkan rencana kontingensi dalam menghadapi krisis pandemi masa depan dari segi digitalisasi proses bisnis, merencanakan cash flow yang lebih kuat, dan memperkuat lagi rantai pasokan. Hal ini semata-mata untuk bisa bertahan dan bangkit kembali," sebut Wahyu.
Wahyu menjelaskan, bukan tidak mungkin akan terjadi perubahan pola kebiasaan baru di masa depan yang memengaruhi banyak aspek seperti dunia usaha. Hal ini bisa menjadi sebuah fenomena pola kerja baru dengan berpusat pada software atau artificial intelligence sebagai dampak dari perubahan zaman. (Aprilia S Andyna)
(ysw)
Lihat Juga :