Dorong Bisnis UKM Go Digital, Pancake Hadirkan Platform All-in-One

Selasa, 31 Agustus 2021 - 23:54 WIB
loading...
Dorong Bisnis UKM Go...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pandemi yang melanda Indonesia hingga saat ini telah memberikan dampak yang besar kepada seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam berbisnis. Dalam hal ini, UMKM menjadi salah satu sektor ekonomi yang paling terdampak.

Berdasarkan data yang diterbitkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia pada tahun 2020, terdapat lebih dari 64 juta UMKM di Indonesia. Jumlah ini hampir sebanyak 99% dari total populasi bisnis di Indonesia.

UMKM ini berkontribusi secara substansial terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan memainkan peranan penting dalam inklusi sosial dan penyebarluasan teknologi di masyarakat.

Saat ini, UMKM menyumbang lebih dari 60% dari PDB Indonesia. Oleh karena itu UMKM diimbau memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan bisnis mereka, yang kemudian bisa membantu mengembangkan ekonomi Indonesia.

Baca juga: Penemuan Mayat Pria Setengah Baya Gemparkan Serang, Ada Luka di Leher

Melihat kondisi tersebut, Pancake hadirkan Platform All-in-One untuk Instagram, WhatsApp Messenger dan Facebook dengan Otomasi, CRM dan Digital Sales Tools Cerdas untuk berdayakan UKM di Indonesia.

Director dan Co-Founder dari Pancake Aditya Gupta menuturkan hadirnya Pancake ini bertujuan untuk meningkatkan usaha kecil dan menengah di Indonesia. Platform all-in-one ini menggabungkan banyak kemampuan termasuk perpesanan sosial, otomatisasi, dan CRM.

"Sangatlah penting bahwa UKM dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan bisnis mereka, yang kemudian bisa membantu mengembangkan ekonomi Indonesia," kata Aditya dalam keterangannya dikutip, Selasa (31/8/2021)

Ia mengatakan UMKM dapat menemukan fungsi penting yang mereka butuhkan di Pancake Core, satu platform karena usaha kecil dan menengah dapat mengelola bisnis mereka dan berinteraksi secara efisien dengan pelanggan mereka di berbagai saluran, termasuk Whatsapp, Facebook, Instagram dan Shopee.

Kata Aditya, platform akan disediakan secara gratis untuk pengguna pertama kali, sehingga mereka dapat belajar dan mengeksplorasi penggunaannya. Kemampuan platform ini dapat diperluas dengan mudah menggunakan integrasi dengan produk Pancake lainnya, termasuk CRM, POS, Botcake dan Webcake.

Aditya menyampaikan Botcake membawa kemampuan otomatisasi yang komprehensif ke dalam platform yang dapat membuat interaksi pelanggan lebih canggih. Dengan menggunakan Botcake, UMKM dapat dengan mudah mengotomatisasi tugas berulang, menjangkau kembali pelanggan lama mereka dan menghemat waktu berharga berkat AI.

Teknologi ini juga memiliki fitur-fitur Growth, Integration dan Gamification di dalamnya untuk membantu bisnis mengembangkan basis pelanggan mereka. Fungsi Botcake tersedia untuk Facebook, dan dalam waktu dekat akan menjadi yang pertama membawa kemampuan canggih ini ke Instagram.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh UMKM di Indonesia, tutur Aditya, adalah melacak data penjualan dan informasi pelanggan CRM mereka dengan mudah. Dengan menggunakan CRM Pancake, POS &Smart Inventory Management, bisnis dapat mengelola persediaan, melihat data penjualan mereka, mengotomatisasi pesanan pengiriman, dan mengelola etalase mereka dari satu platform yang mudah digunakan.

Baca juga: Airlangga: Pembukaan Aktivitas Berjenjang Harus Disertai Protokol Kesehatan Ketat

Berkat kemampuan integrasinya, pemilik bisnis juga dapat membuat platform Pancake bekerja sama dengan sistem lain seperti CRM.

"Untuk mendukung UMKM, fungsi-fungsi ini kami sediakan tanpa biaya tambahan, dan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan teknis pemilik bisnis dan karyawan mereka, dari waktu ke waktu, Pancake memberikan pelatihan lengkap, lokakarya dan template atau praktik-praktik terbaik untuk berbagai pilihan jenis industri," beber Aditya.

CEO Photostory Kazhim, selaku salah satu konsumen Pancake, mengungkapkan kepuasannya dengan aplikasi tersebut. Ia mengaku yang mendorongnya untuk memakai Pancake adalah harganya yang terjangkau untuk UMKM.

"Yang pertama menjadi pertimbangan saya adalah harga yang sangat terjangkau untuk UMKM. Kedua, fitur-fiturnya sangat lengkap," ucapnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Rekomendasi
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
Libur Sekolah Tiba,...
Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Dicoba Bersama Keluarga Tanpa Harus Keluar Banyak Biaya
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
Berita Terkini
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Infografis
3 Alasan Komisi Eropa...
3 Alasan Komisi Eropa Dorong UE Miliki Blok Pertahanan Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved