Kartu Prakerja Diharapkan Jadi ‘Legacy’ Pemerintah Tingkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia
Jum'at, 03 September 2021 - 18:10 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini, pelatihan yang banyak diminati antara lain dari sektor teknologi informasi, penjualan dan pemasaran, bahasa, perkantoran, sosial dan perilaku, gaya hidup, makanan dan minuman, pertanian, keuangan, manajemen, dan teknik.
Kepada para mahasiswa program S-2 Ekonomi Terapan, Denni Purbasari yang sebelumnya menjadi dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Gadjah Mada, berpesan bahwa teori yang dipelajari saat kuliah sangat berguna di kemudian hari. Terbukti, hasil-hasil riset yang berlandaskan teori-teori ekonomi sangat berguna untuk pengembangan Program Kartu Prakerja.
Baca juga: Bisa Atasi Kemacetan, Yuk Intip Fitur Keselamatan Taksi Terbang EHang
Peraih beasiswa beasiswa Fulbright untuk studi master di University of Illinois at Urbana Champaign ini meminta mahasiswa mampu menguasai statistik, ekonometri, dan hal-hal lain di luar itu.
“Optimalkan data sebagai aset informasi dengan penggunaan teknologi tingkat tinggi. Dunia selalu berubah, jangan berhenti belajar, teruslah berkolaborasi dan tetap rendah hati,” kata Denni Purbasari memotivasi.
Memberi pengantar pada kuliah perdana ini, Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Padjadjaran Maman Setiawan mengapresiasi keputusan pemerintah atas implementasi Program Kartu Prakerja yang dinilai mampu menjaga momentum pemulihan ekonomi di tengah pandemi.
“Keberhasilan Program Kartu Prakerja dalam upaya mendorong pemulihan ini harus terus dilanjutkan, karena penciptaan lapangan kerja belum kembali seperti sebelum terjadinya pandemi, bahkan sektor yang menyerap tenaga kerja di industri manufaktur masih relatif kecil,” kata Maman Setiawan.
Program Kartu Prakerja juga dinilainya sukses melahirkan para wirausaha baru serta menciptakan lapangan kerja di tengah krisis pandemi Covid-19.
“Sejak digulirkannya program Kartu Prakerja, proses pemulihan ekonomi nasional terjadi. Pemerintah telah berhasil mendorong penciptaan lapangan kerja sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat. Program ini harus terus didukung agar pemulihan ekonomi nasional semakin kuat,” pungkasnya.
Kepada para mahasiswa program S-2 Ekonomi Terapan, Denni Purbasari yang sebelumnya menjadi dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Gadjah Mada, berpesan bahwa teori yang dipelajari saat kuliah sangat berguna di kemudian hari. Terbukti, hasil-hasil riset yang berlandaskan teori-teori ekonomi sangat berguna untuk pengembangan Program Kartu Prakerja.
Baca juga: Bisa Atasi Kemacetan, Yuk Intip Fitur Keselamatan Taksi Terbang EHang
Peraih beasiswa beasiswa Fulbright untuk studi master di University of Illinois at Urbana Champaign ini meminta mahasiswa mampu menguasai statistik, ekonometri, dan hal-hal lain di luar itu.
“Optimalkan data sebagai aset informasi dengan penggunaan teknologi tingkat tinggi. Dunia selalu berubah, jangan berhenti belajar, teruslah berkolaborasi dan tetap rendah hati,” kata Denni Purbasari memotivasi.
Memberi pengantar pada kuliah perdana ini, Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Padjadjaran Maman Setiawan mengapresiasi keputusan pemerintah atas implementasi Program Kartu Prakerja yang dinilai mampu menjaga momentum pemulihan ekonomi di tengah pandemi.
“Keberhasilan Program Kartu Prakerja dalam upaya mendorong pemulihan ini harus terus dilanjutkan, karena penciptaan lapangan kerja belum kembali seperti sebelum terjadinya pandemi, bahkan sektor yang menyerap tenaga kerja di industri manufaktur masih relatif kecil,” kata Maman Setiawan.
Program Kartu Prakerja juga dinilainya sukses melahirkan para wirausaha baru serta menciptakan lapangan kerja di tengah krisis pandemi Covid-19.
“Sejak digulirkannya program Kartu Prakerja, proses pemulihan ekonomi nasional terjadi. Pemerintah telah berhasil mendorong penciptaan lapangan kerja sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat. Program ini harus terus didukung agar pemulihan ekonomi nasional semakin kuat,” pungkasnya.
(uka)
Lihat Juga :