BUMN Ramai-Ramai Terjun ke Bisnis Internet, Ini Kata Pengamat
Sabtu, 04 September 2021 - 06:01 WIB
loading...
Ilustrasi BTS
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah BUMN tengah getol menggarap bisnis digital. Meski di luar klaster atau bisnis intinya, aksi korporasi perseroan pelat merah tersebut dinilai berdampak positif bagi layanan internet di masyarakat.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai, banyaknya pemain di sektor teknologi akan memperluas pasar digital hingga memperkuat kualitas jasa internet dalam negeri.
"Positifnya akan banyak pemain di jasa internet sehingga kualitas layanan bisa semakin baik karena kompetisi makin terbuka," ujar Bhima saat dihubungi, Jumat (3/9/2021).
Baca juga: Erick Thohir Wanti-wanti BUMN agar Tak Jadi Kartel
Cakupannya pun diyakini mampu menjamah kawasan-kawasan yang belum tersentuh internet. Misalnya di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Pasalnya, perseroan akan melakukan ekspansi bisnisnya di kawasan-kawasan tersebut.
Bhima menilai, masifnya perkembangan layanan digital di kota-kota besar di Indonesia menjadi alasan lain bila BUMN akan lebih fokus pada ketersediaan internet di kawasan terpencil yang potensial secara bisnis. "Kalau di Jawa dan kota besar sudah banyak pemainnya, BUMN bisa saja akan ekspansi ke daerah di luar Jawa yang potensial," katanya.
Bhima mengapresiasi perluasan bisnis perseroan negara, tapi di sisi lain dia menduga langkah tersebut semata-mata hanya memoles laporan keuangan perusahaan saja. Artinya, pendapatan dari bisnis jaringan internet diharapkan bisa menutup sebagian kerugian yang dialami BUMN.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai, banyaknya pemain di sektor teknologi akan memperluas pasar digital hingga memperkuat kualitas jasa internet dalam negeri.
"Positifnya akan banyak pemain di jasa internet sehingga kualitas layanan bisa semakin baik karena kompetisi makin terbuka," ujar Bhima saat dihubungi, Jumat (3/9/2021).
Baca juga: Erick Thohir Wanti-wanti BUMN agar Tak Jadi Kartel
Cakupannya pun diyakini mampu menjamah kawasan-kawasan yang belum tersentuh internet. Misalnya di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Pasalnya, perseroan akan melakukan ekspansi bisnisnya di kawasan-kawasan tersebut.
Bhima menilai, masifnya perkembangan layanan digital di kota-kota besar di Indonesia menjadi alasan lain bila BUMN akan lebih fokus pada ketersediaan internet di kawasan terpencil yang potensial secara bisnis. "Kalau di Jawa dan kota besar sudah banyak pemainnya, BUMN bisa saja akan ekspansi ke daerah di luar Jawa yang potensial," katanya.
Bhima mengapresiasi perluasan bisnis perseroan negara, tapi di sisi lain dia menduga langkah tersebut semata-mata hanya memoles laporan keuangan perusahaan saja. Artinya, pendapatan dari bisnis jaringan internet diharapkan bisa menutup sebagian kerugian yang dialami BUMN.
Lihat Juga :