Mal Kembali Dibuka, Pengusaha Happy Tapi Beban Masih Berat
Senin, 06 September 2021 - 11:20 WIB
loading...
Ilustrasi suasana di pusat perbelanjaan. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengungkapkan bahwa pusat perbelanjaan berpotensi kehilangan pendapatan hingga Rp 5 triliun per bulan selama pembatasan mobilitas di masa PPKM.
"Selama ditutup sementara, maka pusat perbelanjaan (anggota APPBI di seluruh Indonesia) berpotensi kehilangan pendapatan sekitar Rp 5 triliun setiap bulan. Dan nilai tersebut adalah nilai pendapatan bukan nilai penjualan," ujar Alphonzus saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (6/9/2021).
Baca Juga: PPKM Berakhir Hari Ini, Luhut Beri Sinyal Diperpanjang Lagi
Meski demikian, Alphonzus bersama pelaku retail telah melihat potensi saat ini sudah terjadi peningkatan pengunjung ke pusat perbelanjaan di Jakarta setelah diizinkan beroperasi kembali pada pertengahan Agustus 2021.
“Tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan meningkat semenjak ada banyak kelonggaran meski secara bertahap sejak diberlakukan pelonggaran, namun memang peningkatannya masih cenderung lambat,” paparnya
"Selama ditutup sementara, maka pusat perbelanjaan (anggota APPBI di seluruh Indonesia) berpotensi kehilangan pendapatan sekitar Rp 5 triliun setiap bulan. Dan nilai tersebut adalah nilai pendapatan bukan nilai penjualan," ujar Alphonzus saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (6/9/2021).
Baca Juga: PPKM Berakhir Hari Ini, Luhut Beri Sinyal Diperpanjang Lagi
Meski demikian, Alphonzus bersama pelaku retail telah melihat potensi saat ini sudah terjadi peningkatan pengunjung ke pusat perbelanjaan di Jakarta setelah diizinkan beroperasi kembali pada pertengahan Agustus 2021.
“Tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan meningkat semenjak ada banyak kelonggaran meski secara bertahap sejak diberlakukan pelonggaran, namun memang peningkatannya masih cenderung lambat,” paparnya
Lihat Juga :