Sri Mulyani Berterima Kasih ke Anak SBY Soal Laporan Pertanggungjawaban APBN 2020, Kok Bisa?
Selasa, 07 September 2021 - 20:08 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani mengucapkan terima kasih kepada Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono saat Rapat Paripurna DPR RI. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengucapkan terima kasih kepada Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono yang menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN 2020 di Rapat Paripurna DPR RI. Sebanyak 79 anggota menghadiri rapat secara fisik dan 305 anggota lainnya menghadiri rapat secara virtual.
Dalam rapat tersebut, Edhie yang akrab disapa Ibas ini menyampaikan sejumlah pernyataan dan masukan. Menurut anak kedua Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhono (SBY) itu menilai, tahun 2020 merupakan tahun penuh tantangan bagi semua negara, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Sri Mulyani Gunakan Sisa Anggaran untuk Sektor Kesehatan
Berbagai kondisi darurat dideklarasikan dan menimbulkan banyak krisis. Terkait kesulitan tersebut, pelaksanaan APBN 2020 mengalami tekanan yang sangat berat.
“Pelaksanaan APBN 2020 mengalami tekanan sangat berat yang telah banyak mengubah tatanan kehidupan dan perekonomian. Indonesia mengalami permasalahan serius seperti terjadinya penghentian aktivitas ekonomi, PHK, menurunnya pendapatan negara serta meningkatnya pembiayaan negara," ungkap Ibas dalam rapat Paripurna, Selasa (7/9/2021).
"Sehingga seluruh upaya, kerja keras dan terobosan-terobosan yang tidak biasa diperlukan dalam penyelenggaraan Negara untuk menyelamatkan nyawa, kesehatan rakyat dan menanggulangi permasalahan kehidupan di tengah krisis tersebut,” paparnya.
Sehubungan dengan hal tersebut, Ibas mengungkapkan bahwa DPR RI memberikan dukungan atas respons cepat pemerintah. “DPR RI melalui Badan Anggaran DPR RI dukung penuh atas respons cepat pemerintah melalui extraordinary policy dan kebijakan countercyclical," katanya.
Dalam rapat tersebut, Edhie yang akrab disapa Ibas ini menyampaikan sejumlah pernyataan dan masukan. Menurut anak kedua Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhono (SBY) itu menilai, tahun 2020 merupakan tahun penuh tantangan bagi semua negara, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Sri Mulyani Gunakan Sisa Anggaran untuk Sektor Kesehatan
Berbagai kondisi darurat dideklarasikan dan menimbulkan banyak krisis. Terkait kesulitan tersebut, pelaksanaan APBN 2020 mengalami tekanan yang sangat berat.
“Pelaksanaan APBN 2020 mengalami tekanan sangat berat yang telah banyak mengubah tatanan kehidupan dan perekonomian. Indonesia mengalami permasalahan serius seperti terjadinya penghentian aktivitas ekonomi, PHK, menurunnya pendapatan negara serta meningkatnya pembiayaan negara," ungkap Ibas dalam rapat Paripurna, Selasa (7/9/2021).
"Sehingga seluruh upaya, kerja keras dan terobosan-terobosan yang tidak biasa diperlukan dalam penyelenggaraan Negara untuk menyelamatkan nyawa, kesehatan rakyat dan menanggulangi permasalahan kehidupan di tengah krisis tersebut,” paparnya.
Sehubungan dengan hal tersebut, Ibas mengungkapkan bahwa DPR RI memberikan dukungan atas respons cepat pemerintah. “DPR RI melalui Badan Anggaran DPR RI dukung penuh atas respons cepat pemerintah melalui extraordinary policy dan kebijakan countercyclical," katanya.
Lihat Juga :