Kawal Pelonggaran PPKM, Pengelola Mal Bersuara: Jangan Ada Lagi Penutupan Operasional

Rabu, 08 September 2021 - 20:29 WIB
loading...
Kawal Pelonggaran PPKM,...
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengawal agar pelonggaran PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) terus berjalan dengan baik, sehingga tidak ada lagi penutupan operasional mal. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengawal agar pelonggaran PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) terus berjalan dengan baik, sehingga tidak ada lagi penutupan operasional mal . Sebagaimana diketahui, sudah 6-7 minggu lamanya pusat perbelanjaan ditutup selama masa PPKM darurat.

Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja mengatakan, setidaknya saat ini dunia usaha sudah mulai ada pergerakan setidaknya dari posisi sebelumnya yang tidak bisa bergerak sama sekali. Pemerintah memberikan syarat protokol tambahan adalah wajib vaksinasi untuk menjadi syarat masuk mal.

"Ini disambut baik oleh pusat perbelanjaan. Karena pusat perbelanjaan ini fasilitas masyarakat, kami ingin memastikan bahwa pusat perbelanjaan menjadi tempat yang aman dan sehat untuk dikunjungi," ujar Alphonzus dalam Dialog Produktif FMB9ID_ IKP secara virtual di Jakarta, Rabu (8/9/2021).

Baca Juga: Pelaku Usaha Minta Diselamatkan di Tengah Pelonggaran PPKM

Maka dari itu, pihaknya mendukung protokol wajib vaksinasi. Pemeriksaannya memang tidak bisa dilakukan secara manual karena banyak sertifikat vaksinasi palsu. Sehingga, pemeriksaannya harus melalui sistem aplikasi PeduliLindungi.

"Ini bisa mendorong percepatan vaksinasi sehingga pihak pusat perbelanjaan mendukung penuh keputusan ini. Kalau kita bisa cepat-cepat memenuhi target vaksinasi, kita bisa cepat keluar dari krisis kesehatan," ungkap Alphonzus.

Baca Juga: Pengusaha Minta Jokowi Izinkan Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal

Tingkat kunjungan saat ini pun bergerak naik, tetapi butuh waktu untuk bisa pulih seperti pada masa sebelum pemberlakuan PPKM darurat. Dia mengatakan bahwa pergerakannya lambat, tetapi pihaknya berharap pada triwulan IV bisa mencapai kondisi seperti sebelum PPKM darurat.

"Dengan aplikasi PeduliLindungi, kita bisa berkegiatan dan beraktivitas secara aman dan sehat. Kita tidak mau terjadi lagi penutupan operasional. Dampaknya terasa, bahkan bukan hanya oleh pusat perbelanjaan. tetapi di sekitar pusat perbelanjaan banyak sektor usaha skala mikro dan kecil seperti warung dan ojek yang antar jemput karyawan," terangnya.

Karena pihaknya tidak mau lagi ada penutupan-penutupan tersebut, APPBI berusaha beraktivitas secara aman dan sehat dengan menggunakan protokol wajib vaksinasi dengan pemeriksaan melalui aplikasi PeduliLindungi. Protokol kesehatan yang sebelumnya pun ditekankannya masih wajib berlaku di pusat perbelanjaan.

"Meskipun screening lolos lewat PeduliLindungi, tetapi jika pengunjung melanggar prokes seperti tidak memakai masker ataupun suhu tubuh tinggi, tetap tidak bisa masuk ke pusat perbelanjaan meski notifikasi warnanya hijau dari PeduliLindungi," pungkas Alphonzus.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Puncak Belanja Lebaran...
Puncak Belanja Lebaran Diprediksi Terjadi Pekan Ini, Kunjungan ke Mall Bakal Naik 15%
Konsumsi Masyarakat...
Konsumsi Masyarakat Bakal Ngebut di Peak Season Nataru Bikin Sektor Ritel Pede Menatap 2026
Indonesia Shopping Festival...
Indonesia Shopping Festival 2025 Sukses Cetak Transaksi Hingga Rp 25,19 Triliun
Pengusaha Mal Nilai...
Pengusaha Mal Nilai Insentif PPN 12% Belum Cukup Dongkrak Daya Beli
Seruan Airlangga: Mal...
Seruan Airlangga: Mal Buka hingga Tengah Malam Saat Libur Nataru
5 Mal Baru Bakal Menyapa...
5 Mal Baru Bakal Menyapa Warga Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi
Boleh Lepas Masker di...
Boleh Lepas Masker di Transportasi Umum? Ini Saran Ikatan Dokter Indonesia
Indonesia Shopping Festival...
Indonesia Shopping Festival 2022 Dibuka, Bawa Misi Geliatkan Ekonomi
Kasus Covid-19 Meroket...
Kasus Covid-19 Meroket Tajam, Wagub DKI: Terpapar Varian Omicron BA.4 dan BA.5
Rekomendasi
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Berita Terkini
Bidik Pasar Renovasi...
Bidik Pasar Renovasi Rumah, SIG Perluas Jangkauan Beton Siap Pakai di Perkotaan
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved