Krisis Komunikasi Bisa Berdampak pada Reputasi Perusahaan
Kamis, 09 September 2021 - 01:37 WIB
loading...
A
A
A
Dian Agustine juga mengatakan pentingnya membangun image positif dan reputasi usai menghadapi krisis di dalam perusahaan. Ia menambahkan bahwa dalam pembentukan citra positif itu banyak, bukan hanya secara fisik tapi dapat dilakukan melalui banyak faktor. Ia juga menyebutkan pentingnya membangun komunikasi yang tidak berjalan satu arah.
“Kalau kita bicara tentang digital, misalnya social media, itu tidak bicara one way communication tapi harus two ways communications. Jadi harus interaktif antara brand dan followers harus diciptakan komunikasi,” kata Dian yang menjadi founder dari NAGARU Communication.
(Baca juga:40 Insan Public Relations Mendapatkan Pengakuan dari Iconomics)
Akbar menambahkan media itu memiliki peran penting dalam membingkai dan membentuk opini publik untuk merespons krisis komunikasi yang sedang terjadi. “Kehadiran media itu mampu membingkai suatu kejadian melalui narasi maupun gambar yang disajikan secara terkonsep,” ujar pria yang berprofesi sebagai jurnalis ini.
Akbar juga menyitir sosok pejuang kemanusian Malcom X yang menegaskan pentingnya media dalam membentuk opini publik. “Media itu bisa membuat kita semua benci dengan orang yang tertindas dan bisa mencintai orang yang menindas,” katanya.
Sementara itu Desi Yoanita sebagai perwakilan Dekan Universitas Kristen Petra Surabaya mengatakan kemampuan menghadapi krisis itu sangat diperlukan bagi para praktisi PR, khususnya kepada para mahasiswa.
“Kalau kita bicara tentang digital, misalnya social media, itu tidak bicara one way communication tapi harus two ways communications. Jadi harus interaktif antara brand dan followers harus diciptakan komunikasi,” kata Dian yang menjadi founder dari NAGARU Communication.
(Baca juga:40 Insan Public Relations Mendapatkan Pengakuan dari Iconomics)
Akbar menambahkan media itu memiliki peran penting dalam membingkai dan membentuk opini publik untuk merespons krisis komunikasi yang sedang terjadi. “Kehadiran media itu mampu membingkai suatu kejadian melalui narasi maupun gambar yang disajikan secara terkonsep,” ujar pria yang berprofesi sebagai jurnalis ini.
Akbar juga menyitir sosok pejuang kemanusian Malcom X yang menegaskan pentingnya media dalam membentuk opini publik. “Media itu bisa membuat kita semua benci dengan orang yang tertindas dan bisa mencintai orang yang menindas,” katanya.
Sementara itu Desi Yoanita sebagai perwakilan Dekan Universitas Kristen Petra Surabaya mengatakan kemampuan menghadapi krisis itu sangat diperlukan bagi para praktisi PR, khususnya kepada para mahasiswa.
Lihat Juga :