Tak cuma Tommy Soeharto, Mbak Tutut juga Ikut Tersangkut Dana BLBI
Jum'at, 10 September 2021 - 15:41 WIB
loading...
Siti Hardianti Rukmana alias Tutut Soeharto tercatat dalam daftar prioritas penanganan hak tagih dana BLBI. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia ( Satgas BLBI ) telah mengantongi nama-nama yang menjadi prioritas penanganan hak tagih negara dana BLBI . Satgas BLBI juga terus melaporkan perkembangan proses penagihan kepada Presiden.
"Ketua Satgas melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Pengarah dan Presiden melalui Menteri Keuangan paling sedikit satu kali setiap enam bulan atau sewaktu-waktu jika diperlukan," tulis dokumen yang dikutip SINDOnews di Jakarta, Jumat (10/10/2021).
Baca juga: Satgas BLBI Sita Dua Aset Tanah, Sri Mulyani Buru Obligor dan Turunannya
Tujuh obligor yang masuk dalam daftar prioritas penanganan tersebut antara lain Trijono Gondokusumo dari Bank Putra Surya Perkasa. Dia tercatat memiliki utang Rp4,89 triliun. Dasar utang itu adalah akta pengakuan utang (APU). Berdasarkan keterangan di dokumen, telah ada jaminan atas utang Trijono namun tidak cukup.
Lalu, ada nama Kaharudin Ongko dari Bank Umum Nasional. Kaharudin tercatat memiliki utang Rp7,83 triliun. Dasar utang tersebut adalah Master of Refinancing and Notes Issuance Agreement atau MRNIA.
"Ketua Satgas melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Pengarah dan Presiden melalui Menteri Keuangan paling sedikit satu kali setiap enam bulan atau sewaktu-waktu jika diperlukan," tulis dokumen yang dikutip SINDOnews di Jakarta, Jumat (10/10/2021).
Baca juga: Satgas BLBI Sita Dua Aset Tanah, Sri Mulyani Buru Obligor dan Turunannya
Tujuh obligor yang masuk dalam daftar prioritas penanganan tersebut antara lain Trijono Gondokusumo dari Bank Putra Surya Perkasa. Dia tercatat memiliki utang Rp4,89 triliun. Dasar utang itu adalah akta pengakuan utang (APU). Berdasarkan keterangan di dokumen, telah ada jaminan atas utang Trijono namun tidak cukup.
Lalu, ada nama Kaharudin Ongko dari Bank Umum Nasional. Kaharudin tercatat memiliki utang Rp7,83 triliun. Dasar utang tersebut adalah Master of Refinancing and Notes Issuance Agreement atau MRNIA.
Lihat Juga :