Tak cuma Tommy Soeharto, Mbak Tutut juga Ikut Tersangkut Dana BLBI
Jum'at, 10 September 2021 - 15:41 WIB
loading...
A
A
A
Satgas telah meminta dia untuk menghadap Kementerian Keuangan, Selasa, 7 September 2021. Namun, tidak ada tanda kehadiran Kaharudin hingga malam hari.
Obligor lain yang masuk daftar prioritas adalah Sjamsul Nursalim dari Bank Dewa Rutji. Sjamsul tercatat memiliki utang kepada negara sebesar Rp470,66 miliar. Dasar utangnya adalah Laporan Keuangan Bank dan LHP BPK. Hingga saat ini, tidak ada jaminan yang dikuasai negara atas utang Sjamsul.
Selanjutnya, tertera nama Sujanto Gondokusumo dari Bank Dharmala. Sujanto tercatat memiliki utang Rp822,25 miliar. Utang tersebut didasari laporan Keuangan Bank dan LHP BPK. Negara tak menguasai jaminan dari utang Sujanto, namun dia diperkirakan memiliki kemampuan untuk melunasi utang.
Obligor lainnya yang masuk daftar prioritas adalah Hindarto Tantular dan Anton Tantular dari Bank Central Dagang. Dua orang ini tercatat memiliki utang Rp1,47 triliun. Utang tersebut didasari Laporan Keuangan Bank dan LHP BPK. Tercatat, tidak ada jaminan yang dikuasai negara.
Lalu, ada Marimutu Sinivasan memiliki utang sebesar Rp31,7 triliun dan USD3,9 juta. Dasar utangnya adalah Surat PPA dan pada dokumen Satgas BLBI bahwa yang bersangkutan memiliki jaminan, tetapi jumlahnya tidak cukup.
Obligor lain yang masuk daftar prioritas adalah Sjamsul Nursalim dari Bank Dewa Rutji. Sjamsul tercatat memiliki utang kepada negara sebesar Rp470,66 miliar. Dasar utangnya adalah Laporan Keuangan Bank dan LHP BPK. Hingga saat ini, tidak ada jaminan yang dikuasai negara atas utang Sjamsul.
Selanjutnya, tertera nama Sujanto Gondokusumo dari Bank Dharmala. Sujanto tercatat memiliki utang Rp822,25 miliar. Utang tersebut didasari laporan Keuangan Bank dan LHP BPK. Negara tak menguasai jaminan dari utang Sujanto, namun dia diperkirakan memiliki kemampuan untuk melunasi utang.
Obligor lainnya yang masuk daftar prioritas adalah Hindarto Tantular dan Anton Tantular dari Bank Central Dagang. Dua orang ini tercatat memiliki utang Rp1,47 triliun. Utang tersebut didasari Laporan Keuangan Bank dan LHP BPK. Tercatat, tidak ada jaminan yang dikuasai negara.
Lalu, ada Marimutu Sinivasan memiliki utang sebesar Rp31,7 triliun dan USD3,9 juta. Dasar utangnya adalah Surat PPA dan pada dokumen Satgas BLBI bahwa yang bersangkutan memiliki jaminan, tetapi jumlahnya tidak cukup.
Lihat Juga :