Begini Cara Menjaga Loyalitas Karyawan dengan Pendekatan Teknologi

loading...
Begini Cara Menjaga Loyalitas Karyawan dengan Pendekatan Teknologi
Sebagai leading loyalty and rewards platform kami ingin melengkapi bisnis dengan teknologi kami agar mereka dapat meretensi karyawan secara lebih mudah dengan berbagai rewards digital. Foto/Dok
JAKARTA - Setelah sukses dalam membantu bisnis membangun program loyalti untuk pelanggan, kini TADA, sebuah platform retensi pelanggan meluncurkan solusi bagi para pelaku bisnis untuk meretensi karyawannya. Dilabeli dengan nama Employee Engagement, menawarkan berbagai pilihan rewards menarik dan personal bagi perusahaan atau pelaku bisnis untuk diberikan kepada karyawan nya.

Tak sekadar memberi benefit, Employee Engagement lebih dari standar yang diberikan perusahaan seperti asuransi atau cuti. Pemberian employee engagement atau yang biasa disebut tunjangan merupakan salah satu upaya perusahaan untuk mendorong karyawan terlibat aktif di perusahaan dan menjadi loyal karena mendapat kepuasan selama bekerja.

Baca Juga: Disparekraf DKI: Pengunjung dan Karyawan Restoran dan Kafe Wajib Punya Aplikasi PeduliLindungi

Bukan hanya mengapresiasi kerja keras karyawan, beberapa perusahaan yang memiliki indeks kepuasan karyawan akan membuat mereka merasa terapresiasi dan diperhatikan seperti mengirim gift voucher pada saat hari ulang tahun, works anniversaries, promosi dan lain sebagainya.



Dengan usaha kecil dari perusahaan ini, karyawan akan termotivasi dan terikat serta bangga bekerja di perusahaan tersebut. Hal ini membuat karyawan tak hanya menjadi loyal, tetapi juga akan merekomendasikan perusahaan atau menjadi brand advocate.

Sayangnya, membangun keterikatan karyawan menjadi sesuatu yang sulit dilakukan banyak perusahaan. Dengan banyaknya karyawan khususnya di masa work from home. Riset membuktikan bahwa 85% karyawan tidak terikat dengan perusahaannya.

Berdasarkan laporan dari State Of The Global Workplace menyimpulkan bahwa 85% karyawan tidak terikat secara aktif dengan perusahaannya bekerja. Artinya, hanya ada 15% karyawan yang benar-benar terikat aktif dengan perusahaan.

Beberapa hal yang menyebabkan angka ketidakterikatan karyawan dengan perusahaan begitu besar di antaranya seperti kurangnya motivasi, rekognisi dan penghargaan. Padahal, ketika karyawan terlibat, mereka akan berkomitmen untuk membantu perusahaan mencapai tujuan.

Baca Juga: Erick Thohir Jajal Platform Digital Kurir, Pos Indonesia Diminta Jadi Pusat Distribusi Nasional
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top