Erick Thohir Buka-bukaan Soal Alasan Restrukturisasi Pertamina
Rabu, 15 September 2021 - 18:41 WIB
loading...
A
A
A
Ada berbagai pertimbangan Kementerian BUMN meminta subholding pelat merah itu terus menggenjot kinerjanya. Pada semester 1-2021, kinerja Subholding Upstream (sektor hulu) mencatat laba sebesar USD1 miliar atau 238% dari anggaran 2021.
Efisiensi biaya operasional, 92% dari budget. Di Kalimantan Timur dan Jawa Barat, potensi cadangan minyak dan gas bumi meningkat hingga 204,7 juta barrel.
Untuk kinerja Subholding Refinery and Petrochemical, laba pada semester 1 sebesar USD322 juta dengan profit margin 3,24 kali lebih besar dari budget. Sedangkan, kinerja Subholding Gas, laba di periode yang sama senilai USD185 juta atau 357% dari budget.
Sementara, kinerja Subholding Commercial & Trading, realisasi Pertashop sebanyak 2.547 unit. Pengembangan digitalisasi apps My Pertamina dengan registered user sebanyak 13,7 juta pengguna.
Baca Juga: Tuntutan Industri Migas Dunia, Restrukturisasi Pertamina Sudah Seharusnya
Efisiensi biaya operasional, 92% dari budget. Di Kalimantan Timur dan Jawa Barat, potensi cadangan minyak dan gas bumi meningkat hingga 204,7 juta barrel.
Untuk kinerja Subholding Refinery and Petrochemical, laba pada semester 1 sebesar USD322 juta dengan profit margin 3,24 kali lebih besar dari budget. Sedangkan, kinerja Subholding Gas, laba di periode yang sama senilai USD185 juta atau 357% dari budget.
Sementara, kinerja Subholding Commercial & Trading, realisasi Pertashop sebanyak 2.547 unit. Pengembangan digitalisasi apps My Pertamina dengan registered user sebanyak 13,7 juta pengguna.
Baca Juga: Tuntutan Industri Migas Dunia, Restrukturisasi Pertamina Sudah Seharusnya
Lihat Juga :