Wow! Penjualan Produk Pangan di Toko Online Diramal Tembus Rp180 Triliun
Jum'at, 17 September 2021 - 14:44 WIB
loading...
Nilai dari produk pangan segar yang dijual melalui toko online atau marketplace mencapai lebih dari Rp21 triliun pada 2021. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memproyeksikan nilai dari produk pangan segar yang dijual melalui toko online atau marketplace mencapai lebih dari Rp21 triliun pada 2021.
Menurut Lutfi, saat ini juga banyak pihak yang tengah berupaya bersinergi guna memberikan wadah para pelaku usaha untuk memanfaatkan teknologi digital. “Jika ini terealisasi, maka nilainya akan naik dari posisi tahun lalu yang sebesar Rp18 triliun,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (17/9/2021).
Baca juga: Aplikasi Warung Pangan Bantu Pengusaha Hingga Petani Biar Nggak Rugi
Mendag memprediksi nilai produk pangan yang dijual di toko online atau marketplace akan terus meningkat. Bahkan nilainya diramal akan tembus lebih dari Rp180 triliun dalam lima tahun ke depan. “Ini menunjukkan porsi penjualan pangan melalui marketplace, walaupun masih kecil tetapi pertumbuhannya sangat cepat,” imbuhnya.
Lebih lanjut Mendag menyampaikan, kekuatan ekonomi digital adalah dapat mengatasi masalah kesenjangan sosial. Dengan demikian, semua pihak memiliki peluang yang sama untuk dapat memanfaatkan kesempatan yang ada. Sehingga tak ada lagi tembok pembatas bagi pelaku usaha yang hendak memasarkan produknya ke pasar internasional.
Menurut Lutfi, saat ini juga banyak pihak yang tengah berupaya bersinergi guna memberikan wadah para pelaku usaha untuk memanfaatkan teknologi digital. “Jika ini terealisasi, maka nilainya akan naik dari posisi tahun lalu yang sebesar Rp18 triliun,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (17/9/2021).
Baca juga: Aplikasi Warung Pangan Bantu Pengusaha Hingga Petani Biar Nggak Rugi
Mendag memprediksi nilai produk pangan yang dijual di toko online atau marketplace akan terus meningkat. Bahkan nilainya diramal akan tembus lebih dari Rp180 triliun dalam lima tahun ke depan. “Ini menunjukkan porsi penjualan pangan melalui marketplace, walaupun masih kecil tetapi pertumbuhannya sangat cepat,” imbuhnya.
Lebih lanjut Mendag menyampaikan, kekuatan ekonomi digital adalah dapat mengatasi masalah kesenjangan sosial. Dengan demikian, semua pihak memiliki peluang yang sama untuk dapat memanfaatkan kesempatan yang ada. Sehingga tak ada lagi tembok pembatas bagi pelaku usaha yang hendak memasarkan produknya ke pasar internasional.
Lihat Juga :