China Kirim Proposal Minta Gabung Perjanjian Dagang Trans-Pasifik

Jum'at, 17 September 2021 - 22:45 WIB
loading...
China Kirim Proposal...
China telah mengajukan proposal untuk bergabung dengan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP), usai AS keluar. Foto/Dok
A A A
BEIJING - China telah mengajukan proposal untuk bergabung dengan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) . Kementerian Perdagangan ekonomi kedua terbesar dunia itu menerangkan, langkah ini sebagai upaya meningkatkan pengaruh China dalam perdagangan global.

Menteri Perdagangan Wang Wentao mengajukan proposal China untuk bergabung dengan perjanjian perdagangan bebas yang disampaikan dalam sebuah surat kepada Menteri Perdagangan Selandia Baru, Damien O'Connor. Hal ini disampaikan Kementerian China dalam sebuah pernyataan tengah pekan.

Baca Juga: 7 Negara Siap Investasi Baterai Listrik di Indonesia, China Sudah Teken

CPTPP sendiri telah ditandatangani oleh 11 negara termasuk Australia, Kanada, Chili, Jepang dan Selandia Baru pada tahun 2018. Sebelum berganti nama, CPTPP dikenal dengan sebutan Trans-Pacific Partnership (TPP) dan dipandang sebagai penyeimbang ekonomi penting bagi pengaruh regional China.

Jepang, sebagai Ketua CPTPP tahun ini mengatakan, bakal berkonsultasi dengan negara-negara anggota untuk menanggapi permintaan China. Tetapi Ia tidak memberikan sinyal, kapan waktu yang tepat hal itu dilakukan.

"Jepang percaya bahwa perlu waktu untuk menentukan apakah China, yang mengajukan permintaan bergabung dengan TPP-11, siap untuk memenuhi standar yang sangat tinggi," kata Menteri Ekonomi Jepang Yasutoshi Nishimura kepada wartawan pada hari Jumat.

TPP dikenal juga sebagai pusat poros strategis Mantan Presiden AS Barack Obama ke Asia tetapi penggantinya, Donald Trump menarik Amerika Serikat dari pakta tersebut pada 2017. Aksesi ke CPTPP akan menjadi dorongan besar bagi China setelah penandatanganan perjanjian perdagangan bebas Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) 15 negara tahun lalu.

Beijing telah melobi untuk dimasukkan dalam pakta perdagangan tersebut, termasuk dengan menyoroti bahwa ekonomi China dan Australia memiliki potensi kerja sama yang sangat besar. Namun hubungan antara kedua negara telah memburuk belakangan ini.

Baca Juga: Hati-hati Melangkah dalam Perdagangan Bebas ASEAN Plus, Bisa-bisa RI Cuman Jadi Pasar

Sedangkan Inggris pada bulan Juni memulai negosiasi untuk memasuki pakta perdagangan CPTPP, sementara Thailand juga mengisyaratkan minat bergabung. Wang dan O'Connor mengadakan konferensi telepon untuk membahas langkah selanjutnya setelah proposal China, kata Kementerian Perdagangan China.

Sebagai pengingat, CPTPP yang sebelumnya TPP merupakan perjanjian perdagangan antara 12 negara, yaitu Amerika Serikat, Jepang, Meksiko, Kanada, Australia, Selandia Baru, Vietnam, Peru, Chile, Malaysia, Singapura, dan Brunei.

Tapi, Presiden AS Donald Trump di hari pertama kerjanya 2017 lalu menandatangani pernyataan keluar dari TPP. Ini pun menjadi deklarasi Trump bahwa AS menarik diri dari berbagai perjanjian perdagangan multinasional.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Rekomendasi
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Kisah Paredes Dicuekin...
Kisah Paredes Dicuekin Messi Sampai 3 Bulan Gara-gara Liga Champions
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Berita Terkini
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved