Bos IMF Georgieva Sangkal Beri Tekanan Pro-China pada Laporan Bank Dunia
Sabtu, 18 September 2021 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
Juru Bicara IMF Gerry Rice mengatakan, Komite Etika Dewan Eksekutif IMF sedang meninjau laporan tersebut. "Sebagai bagian dari prosedur reguler dalam masalah seperti itu, Komite Etika akan melapor ke Dewan," jelas Rice, tanpa penjelasan lebih jauh.
Diketahui, Bank Dunia, pemberi pinjaman multilateral yang berbasis di Washington, sedang mencari dukungan China untuk peningkatan modal yang besar pada saat itu - upaya yang diawasi oleh Georgieva, sebagai CEO-nya, dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim.
Georgieva telah memimpin IMF dan sekitar 2.500 stafnya sejak Oktober 2019, dan memainkan peran kunci dalam respons global terhadap pandemi Covid-19 sambil mengamankan dukungan untuk distribusi USD650 miliar cadangan moneter IMF ke 190 negara anggota IMF.
Beberapa negara anggota IMF, yang mendanai pinjaman darurat dan proyek-proyek lain yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan dan memperkuat stabilitas keuangan global, menyuarakan keprihatinan dan mengatakan mereka sedang meninjau laporan etika. Ini termasuk Amerika Serikat, Prancis, Inggris dan Jepang.
Di bagian lain, Bank Dunia menyatakan bahwa pihaknya akan membatalkan seri laporan "Doing Business", yang telah berjalan sejak tahun 2003. Langkah ini mengecewakan investor yang mengandalkannya untuk membantu mereka menilai risiko sebuah negara.
Sementara, pembatalan penerbitan laporan itu serta menyeruaknya tuduhan itu telah berdampak di Wall Street dan Washington.
Baca Juga: Ketegangan Meningkat, Prancis Tarik Dubes untuk AS dan Australia
Diketahui, Bank Dunia, pemberi pinjaman multilateral yang berbasis di Washington, sedang mencari dukungan China untuk peningkatan modal yang besar pada saat itu - upaya yang diawasi oleh Georgieva, sebagai CEO-nya, dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim.
Georgieva telah memimpin IMF dan sekitar 2.500 stafnya sejak Oktober 2019, dan memainkan peran kunci dalam respons global terhadap pandemi Covid-19 sambil mengamankan dukungan untuk distribusi USD650 miliar cadangan moneter IMF ke 190 negara anggota IMF.
Beberapa negara anggota IMF, yang mendanai pinjaman darurat dan proyek-proyek lain yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan dan memperkuat stabilitas keuangan global, menyuarakan keprihatinan dan mengatakan mereka sedang meninjau laporan etika. Ini termasuk Amerika Serikat, Prancis, Inggris dan Jepang.
Di bagian lain, Bank Dunia menyatakan bahwa pihaknya akan membatalkan seri laporan "Doing Business", yang telah berjalan sejak tahun 2003. Langkah ini mengecewakan investor yang mengandalkannya untuk membantu mereka menilai risiko sebuah negara.
Sementara, pembatalan penerbitan laporan itu serta menyeruaknya tuduhan itu telah berdampak di Wall Street dan Washington.
Baca Juga: Ketegangan Meningkat, Prancis Tarik Dubes untuk AS dan Australia
Lihat Juga :