Efek Kebijakan Ekonomi Gas & Rem, Menko Airlangga: Surplus Perdagangan RI Melonjak
Sabtu, 18 September 2021 - 14:36 WIB
loading...
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Laporan perdagangan Indonesia menunjukkan ekspor dan impor telah membukukan kenaikan dua digit pada Agustus 2021. Hal ini karena aktivitas ekonomi yang mulai pulih dari tingkat perdagangan yang rendah pada tahun 2020.
Namun, lonjakan ekspor mendorong surplus perdagangan ke rekor tertinggi sebesar 4,7 miliar dolar AS (Rp67triliun). Angka ini melonjak jauh melampaui ekspektasi pemerintah yang sebelumnya hanya mentargetkan surplus 2,31 miliar dolar AS (Rp32,9 triliun).
Baca Juga: Menko Airlangga: Diversifikasi Batik Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional
Ekspor Indonesia naik 64,1%, dibandingkan dengan perkiraan 36,1%. Ekspor ini didorong oleh pengiriman keluar dari sektor minyak dan gas (+77,9%), pertambangan (+162,9%) dan manufaktur (+52,6%).
Sementara itu, impor juga lebih tinggi dari yang diharapkan dengan membukukan kenaikan 55,26%, padahal perkiraan sebelumnya hanya perkiraan 45%. Angka ini juga mencerminkan membaiknya aktivitas domestik dibandingkan tahun lalu.
Namun, lonjakan ekspor mendorong surplus perdagangan ke rekor tertinggi sebesar 4,7 miliar dolar AS (Rp67triliun). Angka ini melonjak jauh melampaui ekspektasi pemerintah yang sebelumnya hanya mentargetkan surplus 2,31 miliar dolar AS (Rp32,9 triliun).
Baca Juga: Menko Airlangga: Diversifikasi Batik Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional
Ekspor Indonesia naik 64,1%, dibandingkan dengan perkiraan 36,1%. Ekspor ini didorong oleh pengiriman keluar dari sektor minyak dan gas (+77,9%), pertambangan (+162,9%) dan manufaktur (+52,6%).
Sementara itu, impor juga lebih tinggi dari yang diharapkan dengan membukukan kenaikan 55,26%, padahal perkiraan sebelumnya hanya perkiraan 45%. Angka ini juga mencerminkan membaiknya aktivitas domestik dibandingkan tahun lalu.
Lihat Juga :