Sri Mulyani: Kesehatan dan Ekonomi Harus Berjalan Bersama
Senin, 01 Juni 2020 - 08:50 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan pemerintah berupaya agar perekonomian Indonesia tidak turun sangat dalam. APBN digunakan sebagai bantalan bagi masyarakat luas serta dunia usaha, sehingga memiliki daya tahan di tengah pandemi Covid-19.
"Agar tidak terjadi vicious cycle, pemerintah mengombinasikan antara pemberian dukungan dari subsidi, pajak, kredit modal kerja, dan pembukaan kegiatan ekonomi secara bertahap. Tentunya dengan tanpa kompromi terhadap protokol kesehatan," tegasnya.
Dia menambahkan bantalan sosial yang diberikan menjangkau 55% penduduk Indonesia hingga ke desa-desa, bansos diperpanjang dari semula enam bulan menjadi sampai akhir tahun 2020, subsidi listrik dari semula 3 bulan menjadi 6 bulan, program padat karya juga tetap diluncurkan. Untuk dunia usaha, pemberian subsidi bunga adalah sebesar Rp34 triliun.
"Diharapkan langkah-langkah ini dapat membantu mereka agar dapat bangkit lagi dan lebih kuat sehingga kemampuan untuk bertahan juga menjadi lebih besar. Bersama kita berjuang keluar dari pandemi Covid-19 dan membangun lagi ekonomi rumah tangga, usaha kecil dan ekonomi Indonesia," pungkasnya.
"Agar tidak terjadi vicious cycle, pemerintah mengombinasikan antara pemberian dukungan dari subsidi, pajak, kredit modal kerja, dan pembukaan kegiatan ekonomi secara bertahap. Tentunya dengan tanpa kompromi terhadap protokol kesehatan," tegasnya.
Dia menambahkan bantalan sosial yang diberikan menjangkau 55% penduduk Indonesia hingga ke desa-desa, bansos diperpanjang dari semula enam bulan menjadi sampai akhir tahun 2020, subsidi listrik dari semula 3 bulan menjadi 6 bulan, program padat karya juga tetap diluncurkan. Untuk dunia usaha, pemberian subsidi bunga adalah sebesar Rp34 triliun.
"Diharapkan langkah-langkah ini dapat membantu mereka agar dapat bangkit lagi dan lebih kuat sehingga kemampuan untuk bertahan juga menjadi lebih besar. Bersama kita berjuang keluar dari pandemi Covid-19 dan membangun lagi ekonomi rumah tangga, usaha kecil dan ekonomi Indonesia," pungkasnya.
(fai)
Lihat Juga :