Indosat dan Tri Merger, Bagaimana Dampaknya ke Saham TLKM?
Minggu, 19 September 2021 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
Menengok fundamental perseroan semester I-2021, ISAT mencatatkan total pendapatan sebanyak Rp14,98 triliun, naik 11,4% dibandingkan periode tahun sebelumnya. Sementara laba bersih ISAT tembus Rp5,59 triliun, melesat dari rugi bersih sebelumnya senilai Rp341,1 miliar.
"Kita tahu Indosat dan Tri merger, ini adalah peluang yang menggiurkan untuk memperluas marketshare. Dan juga di satu sisi, sepanjang semester I-2021, Indosat mencatatkan pertumbuhan positif. Ini memberi sentimen baik untuk ISAT," kata Rifqi.
Rekomendasi
Rifqi merekomendasikan investor untuk mencermati emiten TLKM dengan pertimbangan fundamental perusahaan yang mapan untuk prospek ke depannya.
"Kami lebih merekomendasikan saham TLKM untuk jangka panjang, mengingat dari segi kompetitif TLKM. Saham ini cukup dipertimbangkan dari sisi fundamental, karena sudah cukup settle, dan bisa memberikan imbal hasil dividen yang lumayan," terangnya.
Baca juga: Penyakit Cinta Dunia dan Ciri-cirinya
Terkait teknikal, menurutnya investor perlu melihat titik support dan resistance terdekat dari TLKM. "Harga TLKM dimungkinkan akan menuju Rp3.650-Rp3.750, namun mohon diperhatikan untuk aksi profit taking, level support yang perlu dijaga di Rp3.345," bebernya.
Sementara untuk ISAT, Rifqi memandang masih akan terjadi koreksi mengingat potensi profit taking di emiten ini. "Banyak aksi profit taking dari pelaku pasar karena sebelumnya mereka sudah aksi akumulasi beli pada awal tahun sehingga menyebabkan harga saham ISAT lebih naik cepat dibandingkan TLKM," tandasnya.
"Kita tahu Indosat dan Tri merger, ini adalah peluang yang menggiurkan untuk memperluas marketshare. Dan juga di satu sisi, sepanjang semester I-2021, Indosat mencatatkan pertumbuhan positif. Ini memberi sentimen baik untuk ISAT," kata Rifqi.
Rekomendasi
Rifqi merekomendasikan investor untuk mencermati emiten TLKM dengan pertimbangan fundamental perusahaan yang mapan untuk prospek ke depannya.
"Kami lebih merekomendasikan saham TLKM untuk jangka panjang, mengingat dari segi kompetitif TLKM. Saham ini cukup dipertimbangkan dari sisi fundamental, karena sudah cukup settle, dan bisa memberikan imbal hasil dividen yang lumayan," terangnya.
Baca juga: Penyakit Cinta Dunia dan Ciri-cirinya
Terkait teknikal, menurutnya investor perlu melihat titik support dan resistance terdekat dari TLKM. "Harga TLKM dimungkinkan akan menuju Rp3.650-Rp3.750, namun mohon diperhatikan untuk aksi profit taking, level support yang perlu dijaga di Rp3.345," bebernya.
Sementara untuk ISAT, Rifqi memandang masih akan terjadi koreksi mengingat potensi profit taking di emiten ini. "Banyak aksi profit taking dari pelaku pasar karena sebelumnya mereka sudah aksi akumulasi beli pada awal tahun sehingga menyebabkan harga saham ISAT lebih naik cepat dibandingkan TLKM," tandasnya.
(uka)
Lihat Juga :