Holding BUMN Aviasi Bakal Ciptakan Situasi Mal vs Warung
Minggu, 19 September 2021 - 22:30 WIB
loading...
A
A
A
Sayangnya, lanjut Gatot, holding berpotensi menciptakan monopoli sehingga akan dipertanyakan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha dan maskapai lain. Monopoli juga berpotensi menjadikan Citilink menjadi tak efisien.
“Dan kalau sudah masuk monopoli, biasanya maskapai suka lupa untuk bersaing karena sudah merasa enak. Akibatnya justru tidak baik dan biasanya lama-lama terjadi inefisiensi di kinerja, cenderung manja. Ini dulu dialami Garuda yang sejak awal berdiri sampai tahun 90-an diberi monopoli oleh pemerintah, akhirnya malah kinerjanya tidak bagus sampai sekarang,” ungkapnya.
Baca juga: Ini Penampakan M Kece Usai Dihajar Napoleon Bonaparte, Wajahnya Lebam
Sementara Jika diihat dari luar Citilink, adanya holding dan monopoli tentu merugikan maskapai lain karena tidak semua maskapai punya modal besar. Istilahnya nanti itu ada mal vs warung. Tentu warungnya akan kalah bersaing.
“Selain itu, pemerintah melalui UU Cipta kerja kan sebenarnya sudah melonggarkan investasi untuk mendirikan maskapai. Nah kalau ada holding yang cenderung monopoli, tentu investor juga akan berpikir dua kali masuk ke dunia penerbangan karena saingannya berat,” pungkasnya.
“Dan kalau sudah masuk monopoli, biasanya maskapai suka lupa untuk bersaing karena sudah merasa enak. Akibatnya justru tidak baik dan biasanya lama-lama terjadi inefisiensi di kinerja, cenderung manja. Ini dulu dialami Garuda yang sejak awal berdiri sampai tahun 90-an diberi monopoli oleh pemerintah, akhirnya malah kinerjanya tidak bagus sampai sekarang,” ungkapnya.
Baca juga: Ini Penampakan M Kece Usai Dihajar Napoleon Bonaparte, Wajahnya Lebam
Sementara Jika diihat dari luar Citilink, adanya holding dan monopoli tentu merugikan maskapai lain karena tidak semua maskapai punya modal besar. Istilahnya nanti itu ada mal vs warung. Tentu warungnya akan kalah bersaing.
“Selain itu, pemerintah melalui UU Cipta kerja kan sebenarnya sudah melonggarkan investasi untuk mendirikan maskapai. Nah kalau ada holding yang cenderung monopoli, tentu investor juga akan berpikir dua kali masuk ke dunia penerbangan karena saingannya berat,” pungkasnya.
(uka)
Lihat Juga :