Kinerja Moncer, Saham BJBR Diprediksi Tembus Rp1.900 Per Lembar
Senin, 20 September 2021 - 17:29 WIB
loading...
A
A
A
“Kami sudah siap sebelum ini tiba. Banyak penerapan inovasi digital yang telah dilakukan. Salah satu momen yang paling berpengaruh itu pada saat peluncuran transaksi non-tunai melalui QRIS bank bjb, sehingga warga bisa berbelanja secara mobile dengan e-wallet mereka. Hal ini sangat membantu performance bank bjb pada 2020-2021,” kata Rio.
Selain menerapkan inovasi digital pada berbagai produk layanan perbankan, bank bjb juga memanfaatkan digital marketing sebagai upaya menjangkau nasabah.
BJBR, pada periode semester I/2021, kredit KPR-nya tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 12,5% secara tahunan menjadi Rp7,2 triliun, dari sebelumnya berada di angka Rp6,4 triliun pada semester I/2020. Kinerja BJBR didukung dengan permintaan kredit dari masyarakat yang positif.
Itu baru dari pertumbuhan KPR, belum dari penyaluran kredit untuk usaha dan lainnya sehingga memberikan tambahan kinerja pada BJBR. Dengan masuknya BJBR ke dalam era digitalisasi dapat menambah persaingan di industri perbankan.
Dari persaingan yang sehat, di mana nantinya masyarakat yang akan merasakan manfaatnya. Dengan adanya digitalisasi ini dapat menarik masyarakat sehingga sebaran nasabah BJBR pun kian bertambah yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja BJBR ke depannya.
Analis Senior CSA Reza Priyambada melihat kinerja BJBR lumayan oke. “Di mana sepanjang semester pertama dia punya pendapatan dan laba mengalami kenaikan saat itu ditopang oleh kredit. Di satu sisi dia mampu mengelola kreditnya dan pendapatan mereka berpengaruh ke pendapatan yang memberikan kinerja mereka,” kata Reza di saat dihubungi terpisah.
Selain menerapkan inovasi digital pada berbagai produk layanan perbankan, bank bjb juga memanfaatkan digital marketing sebagai upaya menjangkau nasabah.
BJBR, pada periode semester I/2021, kredit KPR-nya tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 12,5% secara tahunan menjadi Rp7,2 triliun, dari sebelumnya berada di angka Rp6,4 triliun pada semester I/2020. Kinerja BJBR didukung dengan permintaan kredit dari masyarakat yang positif.
Itu baru dari pertumbuhan KPR, belum dari penyaluran kredit untuk usaha dan lainnya sehingga memberikan tambahan kinerja pada BJBR. Dengan masuknya BJBR ke dalam era digitalisasi dapat menambah persaingan di industri perbankan.
Dari persaingan yang sehat, di mana nantinya masyarakat yang akan merasakan manfaatnya. Dengan adanya digitalisasi ini dapat menarik masyarakat sehingga sebaran nasabah BJBR pun kian bertambah yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja BJBR ke depannya.
Analis Senior CSA Reza Priyambada melihat kinerja BJBR lumayan oke. “Di mana sepanjang semester pertama dia punya pendapatan dan laba mengalami kenaikan saat itu ditopang oleh kredit. Di satu sisi dia mampu mengelola kreditnya dan pendapatan mereka berpengaruh ke pendapatan yang memberikan kinerja mereka,” kata Reza di saat dihubungi terpisah.
Lihat Juga :